cHeYa
this site the web

Melihat Warna AURA

Ungu: sensitif, spiritual, fokus
Biru: tenang, pendiam, spiritual
Merah: fisikal energi, sensual
Merah Tua: emosional, marah, melonjak-lonjak
Merah hangat: sehat, berenergi
Merah Muda: tenang, difusi dari energi fisik
Kuning: intelektual
Hijau: seimbang, masuk akal, percaya diri, sehat
Jingga: ramah tamah, bersahabat
Abu-Abu/Hitam: tertutup, misterius
Putih: energi berlebihan, atau dalam keadaan sakit
parah
Campuran Warna: emosi bercampur, tidak seimbang
Abu-Abu: pikiran gelap, maksud tersembunyi
Coklat: materialistik, negatif spiritual


Warna dan Artinya :

Hitam, Lebih banyak diartikan sebagai pikiran yang negatif

Merah Lebih banyak diartikan dengan kemarahan dan hawa nafsu

Coklat Lebih banyak diartikan dengan keserakahan
dan mementingkan diri sendiri.

Abu-Abu Lebih banyak diartikan dengan suasana
kemuraman dan kesedihan kadang ketakutan.

Oranye Lebih diartikan dengan ambisi.

Kuning Lebih diartikan dengan kecerdasan pada ybs.

Hijau Sifat baik

Biru Rasa keagamaan ,ketaatan dan cita-cita mulia

Putih Menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.


TAMBAHAN

MELIHAT AURA DENGAN MATA TELANJANG

Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat
dengan kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan
bantuan khodam. Yang lebih modern, aura dapat
terlihat jelas lewat hasil jepretan kamera
kirlian. Tapi tahukah, aura sebenarnya dapat
dilihat dengan mata telanjang. Tips berikut ini
akan memandunya. Namun sebelum kita ulas lebih
jauh, ada baiknya kita temgok sejenak mengenai apa
dan bagaimana sifat aura itu. Maksudnya agar kita
tidak berpijak pada pemahaman yang salah.

Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :

1.Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan
kedewasaan kepribadian seseorang.
2.Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan
kepribadian dan kehidupan seseorang. Masing-masing
warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.
3.Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan
indra peraba kulit maupun dengan tongkat deteksi.
4.Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat
dipengaruhi oleh lingkungan sehingga dapat
bertambah maupun dapat berkurang karena faktor
lingkungan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar
pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :

*Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
*Olahraga yang cukup dan teratur.
*Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.
*Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol
dan obat terlarang.
*Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan
kegiatan-kegiatan yang buruk.
*Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan
memperbanyak rasa kasih sayang.

Sekarang, mari kita mulai latihan melihat aura.
Sebelum melihat aura orang lain, ada beberapa
urutan latihan yang harus dilakukan demi
kesempurnaan hasil.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan

Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah
dengan tenang pada jarak 1/2 meter dari tembok.
Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama
mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua
telapak tangan hingga terasa hangat. Tempelkanlah
masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling
berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih
berpasangan tadi 30 cm didepan mata dengan latar
belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah
perlahan-lahan kedua telapak tangan saling
menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari
tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah
aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan

Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak
tangan seperti pada cara No. 1. Tempelkanlah salah
satu telapak tangan pada tembok yang berwarna
putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah.
Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah
bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok.
Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan
lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri

Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah
dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok
berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon.
Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah
selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali.
Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin.
Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh
maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian
kepala dengan latar belakang tembok. Setelah
pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan
dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita.
Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya
berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan
warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari
warna aura yang sesungguhnya. Tataplah terus
sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah.
Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura
orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain

Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek
untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih.
Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat
remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang
3 meter didepan objek. Fokuskanlah pandangan mata
pada bagian tepi kepala dan bahu objek.
Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi
kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh
tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan
memancarkan warna aura.


gw lupa dapat dr mana ya artikel d atas... apa dr t4 echy ya?

3 comments:

TonGKat said...
This comment has been removed by the author.
TonGKat said...

Nice Post around here..
Namun ada sedikit yg mengganjal dalam
penafsiran warna aura, 'Cause selama hidupku tidak pernah melihat aura yang berwarna hitam..!! kecuali orang tersebut mempunyai kemampuan untuk menutupi warna aura aslinya, istilah keren nya anti deteksilah..
Mmm... ntar deh di sambung lagi

mang_roy said...

wah isinya bagus saya tanpilin diblog q ya mbak?
lagi cari materi seputar aura
maen aja ya ke www.pusakaindonesia.blogspot.com

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies