cHeYa
this site the web

Orang beriman itu bahagia

Orang Beriman Itu Bahagia
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷🌷

Orang beriman itu bahagia..
Ia memiliki sesuatu yang paling berharga...
Yakni keimanan kepada Allah...kepada Rasul...

Orang beriman itu bahagia
Bahagia saat di uji...
Ia tahu ada nikmat dalam ujian itu
Jika Allah mencintai seorang hamba,
Allah memberinya ujian...
Pahala yang besar untuk ujian yang berat...
Pahala tiada batas bagi mereka yang bersabar...
Dan dosa-dosa yang bisa gugur saat kita merasakan sakit

_“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.” (Az Zumar: 10)_

Allah juga berfirman:

_“Sesungguhnya Kami akan memberikan cobaan sedikit kepadamu semua seperti ketakutan, ketaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, kemudian sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah: 155)_

_"Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. ” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani)_

_" *Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka*. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka. ” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)._

◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
Orang beriman itu bahagia...
Bahagia saat di beri kesenangan...
Ia bersyukur atas karuniaNya
Dan semakin bersyukur Allah menambah nikmatNya...

_“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian. ” (QS. Ibrahim: 7)_

◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
Orang beriman itu bahagia...
Ia bahagia karena Allah Maha penerima taubat...
Ia segera kembali kepada Allah setelah ia bermaksiat...
Ia bahagia karena Allah memberikan kesempatan kepadanya untuk bertaubat...
Ia bahagia karena kesalahannya bisa Allah ganti dengan kebaikan jika Allah  menghendaki...
Ia bahagia...karena ia bisa menangis dan berusaha untuk lebih dekat dengan Allah...

_“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya .” (QS. Al Furqon: 68-71)_

ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁَﻟَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” (Ayat di surah Ar Rahman)

🖋 Nusaibah Ziyan

Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●🌷

🌀 Mungkin di antara kita pernah dan masih cenderung fast respon untuk urusan dunia daripada akhirat. Semoga Allah berikan kepada  kita hidayah dan keistiqomahan agar kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam kebaikan.

Mungkin kita pun dulu pernah, di ajak taklim banyak sekali alasan namun jika di ajak jalan-jalan semangat sekali. Mungkin, jika kita tahu saat itu nikmatnya berada di majelis ilmu, mungkin sikap kita akan berbeda.
Dan bisa jadi... kita sudah sering diberi sinyal untuk menghampiri hidayah namun malah kita abaikan.

Terkadang... untuk mencari ilmu banyak alasan... capek lah... jauh lah... sibuk lah... *Emang yang hadir di majelis ilmu orang-orang pengangguran???*

Dan kadang untuk ilmu kajian dari internetpun berusaha ditolak atau jarang di download... alias di scroll doang or clear chat....
dengan alasan KUOTA... padahal... untuk ngliat film... atau download musik semangat dan ada waktu...

Jika kita masih demikian... maka... mari kita muhasabah diri kita... mengapa ada penolakan terhadap kebaikan...?

🌀 Medsos dan gadget ibarat pisau. Ia bisa bermanfaat dan bisa menjadi mudharat. Dan bisa jadi kita sudah, pernah atau masih terkena fitnahnya.

Maka... jika kita sudah paham hakikat dunia ini, kita harus senantiasa berupaya memaksimalkan fasilitas yang telah Allah  mudahkan untuk beramal shaleh.

🌀 Mengenai group whatsapp perlu sekali kita pertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Ingat ya... semua akan dihisab...

Perhatikan group-group yang kita ikuti...
Apakah ada ikhtilat di dalamnya?
Apakah pembicaraannya sesuai adab?
Apakah ada ghibah?
Apakah bisa membuat orang CLBK dan terlibat hubungan yang tidak dibenarkan?
Ataukah mudharat dari foto atau video yang mungkin dishare di group tersebut?

Komunitas yang lebih banyak membicarakan urusan dunia dan sedikit membicarakan perkara akhirat serta yang membawa banyak kemudharatan baiknya ditinggalkan saja...
Daripada... kita jadi ikut-ikutan banyak "ngobrol atau bercanda" yang tidak jelas.

Dan terkadang digroup tertentu itu ada becandaan-becandaan yang tidak sesuai porsinya.

Perlu di ingat ya... bercanda dengan dusta untuk membuat orang tertawa itu tidaklah boleh. Walau itu berupa meme... maupun berupa text atau video.

Mengenai meme... pernahkah kita berpikir jika orang di foto tersebut menggugat kita kelak di akhirat?? Bagaimana cara kita meminta maaf kepadanya saat masih di dunia? Bagaimana jika ia tokoh terkenal diluar negri yang sudah kita "dzolimi" ?

Jika kita bertanya kepada mereka yang masih bertahan di group-group semacam itu..  mungkin jawabannya....

_"ini kan baik... ana dapat info A B C D dst..."_

Na'am bisa jadi... namun perhatikan pula mudharat yang di dapat dan bagaimana waktu habis begitu saja... dalam waktu-waktu itu seharusnya bisa di gunakan untuk memperbanyak amal timbangan kebaikan dan bukan melakukan hal keburukan... atau yang  mubah atau hal-hal yang sedikit pahalanya. Waktu terus jalan nih... sampai kapan terus bermain-main?

Ingat pula perkataan Hasan bin Sholeh rahimahullah :

_“Sungguh bisa saja setan membukakan 99 pintu kebaikan untuk seorang hamba, dengannya dia menginginkan satu pintu keburukan untuknya” ( Talbis Iblis , Ibnul Jauzi, hal: 37)._

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

Boleh gunakan medsos asal.... bermanfaat  untuk dunia dan akhiratmu...

Jadi... bukan berarti menyambung komunikasi seperti komunitas alumni  tidak boleh... jika *sesuai syariat...no ikhtilat* dan yang dibahas juga berfaedah silahkan. Cuma jika isinya justru membawa mudharat... bercanda-cabda tidak jelas... lalu buat apa????

Jika kita ingatkan saat ada kemungkaran disitu, belum tentu  semua menerima... jika kita diamkan bukankah itu juga tidak baik? Tidakkah takut datang azab Allah saat kita membiarkan ada kemaksiatan? Dimanapun kita harus berusaha amar ma'ruf nahi munkar semampu kita.

Silahkan muhasabah masing2....

Remind again...
SEMUA AKAN DI HISAB...

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir ” (QS. Qaaf: 16-18).

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Yang dicatat adalah setiap perkataan yang baik atau buruk. Sampai pula perkataan “aku makan, aku minum, aku pergi, aku datang, sampai aku melihat, semuanya dicatat. Ketika hari Kamis, perkataan dan amalan tersebut akan dihadapkan kepada Allah” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 187).

Dalam hadits Al Husain bin ‘Ali disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﻗِﻠَّﺔَ ﺍﻟْﻜَﻼَﻡِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah mengurangi berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat ” (HR. Ahmad 1: 201. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan adanya syawahid –penguat-).

Abu Ishaq Al Khowwash berkata,

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ ﺛﻼﺛﺔ ﻭﻳﺒﻐﺾ ﺛﻼﺛﺔ ، ﻓﺄﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﺤﺐ : ﻓﻘﻠﺔ ﺍﻷﻛﻞ ، ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻨﻮﻡ ، ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻜﻼﻡ ، ﻭﺃﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﺒﻐﺾ : ﻓﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﻜﻼﻡ ، ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻷﻛﻞ ، ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻨﻮﻡ
“Sesungguhnya Allah mencintai tiga hal dan membenci tiga hal. Perkara yang dicintai adalah sedikit makan, sedikit tidur dan sedikit bicara. Sedangkan perkara yang dibenci adalah banyak bicara, banyak makan dan banyak tidur” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5: 48).

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

ﻣﻦ ﻋﺪَّ ﻛﻼﻣﻪ ﻣﻦ ﻋﻤﻠﻪ ، ﻗﻞَّ ﻛﻼﻣُﻪ ﺇﻻ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻌﻨﻴﻪ

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Ibnu Rajab berkata, “Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 295).

*“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik .*”
(HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih.

Semoga sedikit pengingat ini bermanfaat untuk ana dan antum. Sesungguhnya pertolongan itu dari Allah...

Barakallahufikum...

🖋 Nusaibah Ziyan

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※
♻Repost
*Group Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar
""""""""""
*Kirim wa dengan format*
#nama # no wa # domisili
Ke
Ikhwan   : 082230565225
Akhawat : 082140539033

~~~~~~~~~~~~~~~~
IG : tholibualilmi
Fp : tholibualilmi
Tlgrm : t.me/tholibualilmi
Blog : http://tholibualilmi.blogspot.com

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※

Kematian

:::Kematian:::
◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎

KEMATIAN ITU FASE YANG PASTI KITA LEWATI.....
INGATLAH BAHWA
1 HARI DI AKHIRAT : 1000 TAHUN DI DUNIA

LALU HAL BODOH APA YANG MEMBUAT KITA MENYIANYIAKAN WAKTU???
SURGA NERAKA BUKANLAH DONGENG.... NAMUN REALITA...
MAKA TIDAKKAH KITA MAU BERPIKIR?
MAKA TIDAKKAH KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMPERSIAPKAN PERJUMPAAN DENGAN ALLAH?
TIDAKKAH KITA INGIN MELIHAT WAJAH ALLAH DI SURGA
DAN BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG SHALIH?

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ

_“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. ” (QS. Ali Imran: 185)_

_“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan .” (QS. Jumu’ah: 8)_

_“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. ” (QS. An Nisa’: 78)_

_Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya. ” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas. ” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani)_

SELAGI DI DUNIA... KEMBALILAH MENDEKAT KEPADA ALLAH....
ALLAH MAHA PENERIMA TAUBAT....

Beberapa orang saat mengetahui ilmu.... ia menjadi takut... mungkin akan bertanya-tanya...
*Apa benar seperti itu????*
*Apa yang aku lakukan selama ini salah?*
*Ya Allah banyak sekali dosaku*
*Lalu apa yang dilakukan mayoritas manusia itu salah?*
*Namun dalilnya jelas bahwa itu tidak boleh....*
*Setelah tahu ilmu mengapa aku jadi takut ya???*
Dst....

Ya... hati jadi berkecamuk...
Hati bisa sedih dengan kemaksiatan yang telah atau masih kita lakukan atau yang terjadi di keluarga kita.

Bisa jadi perasaan itu pertanda awal kebaikan.... membuat kita jadi mau berpikir dan mau mencari kebenaran....
Serta lebih memperhatikan dalil.
Karena, kita memang harus berpegang teguh dengan Al Qur'an dan as sunnah....

Perasaan takut itu... harusnya membuat kita semakin dekat dengan Allah
Membuat kita jadi ingin berubah dan ingin orang-orang disekitar kitapun juga mendapat hidayah.

Ingatkan dengan kisah salman al farisi yang ingin mencari tahu akan kebenaran?

Maka... selagi di dunia janganlah berhenti belajar.
MINTA TERUSSS HIDAYAH KEPADA ALLAH

Ingatlah bahwa yang terjadi....
Yang engkau temui...
Yang engkau baca...
Yang engkau lihat dan dengarkan...
Bukanlah suatu kebetulan...
Jika kita mendengar suatu nasehat, bisa jadi itu hidayah yang datang kepada kita....
Bisa jadi itu peringatan dari Allah...
Maka janganlah lari dari hal-hal yang sesungguhnya baik untukmu...
Janganlah lari dari majelis-majelis ilmu...

Minta sama Allah agar ditambahkan rasa takutmu kepadaNya
Minta sama Allah agar ditambahkan rasa cintamu kepadaNya

Dan, jika ada teman atau kerabat yang ada disekitarmu dan mengingatkanmu  akan kebaikan *dengan ahsan*  maka itu juga termasuk rizki....
Maka jangan fokus dengan kekurangannya, namun pada kebenaran yang ia sampaikan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah.

Berikut ciri-ciri, orang-orang yang Allah inginkan kebaikan bagi mereka :

1. *Dijadikan ia senantiasa beramal sholih sebelum kematian menjelang*

Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“ Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “ Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ *Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya*.”(HR Ahmad)

Ingat ajal tidak tahu kapan datangnya. Bisa jadi ajal kita bulan depan.

2. *Dipercepat sanksinya di dunia*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menahan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sampai Allah membalasnya (dengan sempurna) pada hari Kiamat. ” (HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik)

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.

3. *Diberikan cobaan*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah*” (HR. Al-Bukhari).

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. *Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar* ” (QS. Al Baqarah: 155)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa* .” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Jika di uji terus ya berusaha untuk bersabarrrrrrrr....... ingatlah akan banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

4. *Dijadikan faham terhadap agama Islam*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).*” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan hadits didasari dengan kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan hadits dengan benar.

5. *Diberikan kesabaran*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

“ Tidaklah diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidaklah diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. ” (QS. Fushshilat: 35)

Semoga Allah memudahkan kita untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya.

✏ Nusaibah Ziyan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

_"......Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali."(Qs. Hud : 88)_

Referensi : Muslimah.or.id

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※
♻Repost
*Group Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar
""""""""""
*Kirim wa dengan format*
#nama # no wa # domisili
Ke
Ikhwan   : 082230565225
Akhawat : 082140539033

~~~~~~~~~~~~~~~~
IG : tholibualilmi
Fp : tholibualilmi
Tlgrm : t.me/tholibualilmi
Blog : http://tholibualilmi.blogspot.com

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※

Jangan rendahkan mereka

Jangan merendahkan mereka
Yang saat ini masih bermaksiat
(ghibah)
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

Allah Maha Penerima taubat. Jika ada orang disekitarmu yang belum istiqomah atau masih berbuat kemaksiatan maka janganlah mencaci maki/ merendahkannya / engkau meremehkannya.
Koreksi saja dirimu....
Jika ada sesuatu tidak usah merasa
"wah cocok nih untuk fulan... untuk fulanah... dia kan begini dan begitu...."
Atau...
Wah dia ini tidak berakhlak... padahal udah ngaji... kemana saja ilmunya bla bla bla...
Ikhwani dan akhwaty ingatlah bahwa dalam mengamalkan ilmu kita ini butuh hidayah....
Dan mendoakan mereka jauh lebih baik dari kita mencela mereka....(walau itu memang kenyataan)
Maksudnya "tidak usah merasa" di atas adalah agar kita lebih fokus untuk muhasabah  diri daripada fokus kepada kesalahan orang lain.

Ingat ya dosa ghibah...
Hati2 transfer pahala... transfer dosa di akhirat...

Subhanallah....
Ingat dengan dosa-dosamu... dengan kekurangan-kekurangan yang ada padamu...

Bisa jadi Allah menerima taubatnya, Allah mengganti dosanya dengan kebaikan dan Ia menangis diam-diam karena Allah... sementara dirimu jadi ujub karena amalanmu...

Maka seharusnya yang engkau lakukan adalah mendoakannya, memberikan support agar ia kembali kepada Allah dan bukannya justru membuat ia jauh darimu akibat perkataanmu atau jadi menjauh dari jalan Allah.

Jika ia belum istiqomah dan belum berakhlak baik, hargailah prosesnya. Sekelas ustadzpun juga memiliki kekurangan apalagi sekelas penuntut ilmu. Maka berikan banyak uzur untuk saudaramu yang khilaf...

Ingatlah hidayah milik Allah. Antara diri kita dan orang yang saat ini bermaksiat,  kita tidak tahu akhir hidup seperti apa. (Apakah kita menjamin diri kita pasti husnul khotimah?) dan kita tidak tahu kedudukan kita kelak di akhirat seperti apa....

Jadi... tidak usah memandang rendah orang lain.
Bisa jadi ia memiliki amalan tersembunyi yang engkau tidak ketahui...
Dan ia istiqomah dengannya...

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, sifat merendahkan orang lain dan sifat- sifat yang bisa menjerumuskan kita pada keburukan.

✏ Nusaibah Ziyan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

اَللَّهُمَّ أَهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ اْلأَعْمَالِ، وَأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ، لاَ يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئِ اْلأَعْمَالِ، وَسَيِّئِ اْلأَخْلاَقِ، لاَ يَقِي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau
(HR. An Nasa'i)

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻨَﺎ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﺫُﻧُﻮﺑَﻨَﺎ ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

_Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"_ (Qs. Ali Imran : 16)

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※
♻Repost
*Group Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar
""""""""""
*Kirim wa dengan format*
#nama # no wa # domisili
Ke
Ikhwan   : 082230565225
Akhawat : 082140539033

~~~~~~~~~~~~~~~~
IG : tholibualilmi
Fp : tholibualilmi
Tlgrm : t.me/tholibualilmi
Blog : http://tholibualilmi.blogspot.com

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※

Jalan dakwah itu indah

🌷※※※※※※※※※※※※※※※※
  Jalan Dakwah Itu Indah
※※※※※※※※※※※※※※※※※🌷

Jalan dakwah kadang terasa terjal... dan sakit...
Mungkin akan banyak yang mencelamu, menjauhimu atau menolak kehadiranmu...
Namun sesungguhnya jalan itu terasa indah jika niatmu karena Allah...
Jika engkau masih memikirkan pandangan manusia, koreksi hatimu...
Apakah niatmu seluruhnya untuk Allah?

Ingatlah bahwa dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam juga mengalami penolakan...
Dan diperlakukan tidak baik oleh kaum kafir quraisy

Jika kita hidup di masa itu, apakah kita akan ada di barisan para sahabat??? Ataukah kita diam...takut di boikot oleh mayoritas manusia... atau ikut memusuhi dakwah beliau shallallahu alaihi wassalam?
Lalu jika di jaman ini...
Dimanakah keberadaan kita dalam dakwah ini???

DAN JIKA ADA YANG TIDAK MENYUKAIMU... ITU WAJAR...
Sebaik para anbiya saja juga ada yang tidak menyukai...

Jangan mencari posisimu di hadapan para manusia,
Namun bagaimanakah pandangan Allah terhadapmu? Cukuplah Allah yang menjadi tujuanmu...
Mereka berpikir a b c biar saja... Allah lebih tahu isi hatimu...

Semoga sebelum kita wafat, kita disibukkan oleh Allah untuk banyak-banyak beramal shalih dan kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah...

Tdk perlu berkecil hati dengan sedikitnya orang yang bersamamu...
Hasbunallah wa ni'mal wakil
Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung

Kita punya ALLAH...
Hasil nanti seperti apa... itu juga terjadi karena kehendak Allah...
Dunia ini tempat ujian saudaraku...
wajar jika kita bahagia...
wajar jika kita menangis jua...

Jangan patah semangat...
Jangan putus asa...
Luruskan niat karena Allah...
Untuk menolong agamaNya...

Dan jika engkau berhenti di jalan dakwah ini...
Masih banyak insan baik yang berjuang untukNya...

DUNIA BUKAN TEMPAT ISTIRAHAT YANG SESUNGGUHNYA...
NAMUN TEMPAT BERAMAL...
BARANGSIAPA BERAMAL BAIK AKAN MENDAPAT BALASAN....
BARANGSIAPA BERAMAL BURUK AKAN MENDAPAT BALASAN PULA

Dakwah itu tugas setiap muslim
Dan ambilah peranmu sesuai dengan kemampuanmu...
Berikan performa terbaikmu...
Baik dengan harta, jiwa dan raga...
Jangan lewatkan peluang-peluang yang dimudahkan Allah ada di hadapanmu...
Sesungguhnya...
engkau yang butuh berada
di jalan dakwah yang indah itu

🖍 Nusaibah Ziyan

# self reminder

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※
♻Repost 
*Group Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar
""""""""""
*Kirim wa dengan format*
#nama # no wa # domisili
Ke
Ikhwan   : 082230565225
Akhawat : 082140539033

~~~~~~~~~~~~~~~~
IG : tholibualilmi
Fp : tholibualilmi
Tlgrm : t.me/tholibualilmi
Blog : http://tholibualilmi.blogspot.com

※※※●➖➖¤❅❀❦🌸❦❀❅¤➖➖●※※※

Jangan Menuai Dosa Dari Ujian Orang Lain

🌷●●●●●●●●●●●●●●
Jangan Menuai Dosa
Dari Ujian Orang Lain
●●●●●●●●●●●●●●●🌷

Mungkin ada yang berpikir... bisa gitu ya kita ikutan dosa saat orang lain di uji? Na'am...
Kalau kita ghibah... berprasangka... dan tergesa-gesa berikan judgement baik sesuai kenyataan maupun yang tidak sesuai kenyataan.

Dari 10 masalah orang, mungkin yang antum ketahui cuma 2. Namun terkadang kita ini sibukkkkkk membahasnya. Yang dibicarakan jadi "artis" dadakan. Hati-hati ya peluang transfer pahala dan transfer dosa. Kita capek-capek beramal shaleh, egh pindah pahala kita ke orang yang kita dzolimi/ghibah.
Padahal kita tidak tahu amal kita yang diterima Allah sudah berapa?
Padahal kita tidak tahu amalan kita yang tercampur riya' atau yang jadi hilang...

Ujian adalah salah satu cara Allah menunjukkan cinta kepada hambaNya.
Ujian itu bukan selalu pertanda itu bentuk kebencian dari Allah...
Coba bayangkan dengan pahala kesabaran, dengan dosa-dosa yang hilang dengan izin Allah... dengan dosa yang bisa diganti dengan kebaikan oleh Allah. Masya Allah... segala puji bagi Allah yang begitu pemurah dan Allah Maha Baik.

_“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." (QS. Al Furqon: 70-71)_

Dan ingatlah akan hadits mengenai ahlu musibah dan ahlu afiyah. Ahlu afiyah kelak iri dengan ahlu musibah.

Jika kita di uji pun maka muhasabah juga diperlukan.
Namun terkadang manusia itu ada yang memandang rendah orang yang sedang di uji...
Setelah ngaji harusnya lebih banyak berikan uzur kepada saudara seiman... harusnya lebih berbaik sangka dan meninggalkan pembicaraan atau perbuatan yang tidak berfaedah. Namun itulah manusia yang bisa khilaf.

Jika diri kita menyadari manusia bisa khilaf maka, orang-orang disekitar kita juga bisa khilaf.

Ikhwani dan akhwaty...
Jangan merasa dirimu lebih baik dihadapan Allah daripada orang lain... Subhanallah... engkau tidak tahu kelak kedudukanmu di akhirat... surga atau neraka...
Hati itu milik Allah.
Bisa jadi yang saat ini bermaksiat menurutmu kelak ia meninggalnya husnul khotimah. Allah kehendaki ia bertaubat dan beramal shalih  sebelum ia meninggal.

Maka... JANGAN TERTIPU DENGAN AMALMU... DAN JANGAN ANGGAP ORANG LAIN, ISI HATI DAN PIKIRANNYA SELALU SAMA SEPERTI DIRIMU... BISA JADI IA PUNYA ALASAN YANG TIDAK ENGKAU KETAHUI.

Ikhwani... dan akhwaty..
Bukankah orang beriman itu akan di uji? Bukankah semakin berat ujian itu juga peluang "lahan" mendapat pahala yang lebih besar? Dan orang manusia akan di uji selama di dunia.

Jadi jika punya masalah ITU WAJAR.... yang tidak wajar adalah.... jika reaksi kita berlebihan atas ujian yang menimpa orang lain.
Mungkin kita sibukkkk ngomongin fulan dan fulan atau kelompok tertentu. Hati-hati dengan lisan dan prasangka.

_“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Ankabut : 2–3 )_

_"Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Tirmidzi)._

Allah letakkan kesempitan dihati orang beriman mungkin agar manusia itu segera mengingat ALLAH.
Namun mirisss jika ada orang-orang yang menganggap rendah orang yang sedang diuji dan merasa dirinya lebih baik. Allahul musta'an.

Bukankah para anbiya juga di uji?? Dan kadar ujian atau lama ujian tiap orang dengan kasus yang sama itu berbeda-beda. Dan tidak perlu bandingkan diri dengan masalah orang lain. Atau menganggap rendah proses hijrah orang lain.

_"Dari Mus’ab dari Sa’ad dari bapaknya berkata, aku berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?” Kata beliau: “Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka. Dan seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (keimanannya). Apabila diennya kokoh, maka berat pula ujian yang dirasakannya; kalau diennya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar diennya. Dan seseorang akan senantiasa ditimpa ujian demi ujian hingga dia dilepaskan berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” [HR. At-Tirmidzi no.2398, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani, tahqiq Ahmad Muhammad Syakir]_

Dan beda kasus bisa beda kondisinya maka proses perubahannnya pun bisa beda antara orang satu dengan yang lainnya. Dan ingatlah sifat manusia itu bermacam-macam. *Namun masalah apapun yang dihadapi... kembalilah kepada Allah azza  wa jalla*
Ujian sakit misalnya... kapankah disembuhkan Allah? Itu terserah Allah. Manusia hendaknya terus doa dan ikhtiyar.

Mungkin ada yang berpikir dosa dia apa sih kok di uji sakit terus menerus?
Orang sibuk menghisab dosa orang lain. Mungkin disaat ALLAH ingin  membersihkan dosa orang lain, kita justru sibuk merendahkan orang lain. Dan kadang komen ini riya atau ini ga ikhlas atau ini kok gitu sih...kan dia dah paham bla bla bla....
Allahul musta'an... hati-hati dengan bibit-bibit kesombongan.

Ingatlah akan sebuah kisah dimana beliau berkomentar tentang riya terhadap orang yang sedang menangis dimasjid. Lalu setelah itu beliau sulit menangis sekitar sebulan saat menghadap Allah. Lalu beliaupun muhasabah dan meminta maaf.

Coba perhatikan... ambil ibrahnya... jangan menerka-nerka perbuatan atau isi hati orang lain. Apalagi cuma lihat dari status medsosnya. Status medsos belum tentu curahan perasaan yang punya akun.

Jadi tidak perlu baper dan mengkaitkan dengan yang sedang dihadapinya. Bisa saja dia hanya suka "quote" nya atau untuk self reminder.
Jadi tidak perlu juga merasa tersindir akan status medsos orang lain. Bisa jadi dia menasehati dirinya sendiri atau mengingatkan agar tidak berbuat hal yang tidak nyaman kepada orang lain.

Sekali lagi ingin ana ingatkan kepada diri ana dan kita semua bahwa.... JANGAN RAJIN MENILAI HATI dan PERILAKU ORANG LAIN...

Dan bukan tugas kita untuk menghisab kesalahan orang lain...Hati-hati pula dengan bisikan syaitan yang membuat kita jadi meninggalkan peluang amal di hadapan kita...

Terkadang manusia tidak perlu berkata aku sudah berubah.
Orang lain kadang tidak perlu itu. Tapi buktikan sama Allah.
Allah lebih tahu beratnya ujianmu dan bagaimana perjuanganmu. Dan jadilah dirimu sendiri... bukan menjadi manusia penuh pencitraan.....

🖊 Nusaibah Ziyan

~~~~~~~~~~~~~~~~
#reminderforus

PERIKSA HATI DAN WAKTUMU

🌷※※※※※※※※※※※
PERIKSA HATI
DAN WAKTUMU
※※※※※※※※※※※※※🌷

Bismillah...
Setiap yang kita baca... atau alami... bukanlah kebetulan...
Semua karena kehendak Allah azza  wa jalla.
Bisa jadi itu petunjuk atau peringatan dari Allah bagi diri dan orang lain. Maka... perhatikanlah hal itu dengan seksama.
Dan hal yang mungkin diri kita lalai adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

_“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ”_ (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

_“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik_ .” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Maka... jika waktu tidak di isi dengan beramal shaleh alangkah ruginya...
Dan jika di isi dengan hal2 yang justru menambah dosa maka itu bisa membahayakan. Bukankah semua akan di pertanggungjawabkan?

Mari muhasabah hari-hari kita dihabiskan untuk apa saja?

Memang ada sebagian orang melakukan hal yang disukai  seperti sibuk di group facebook yang membahas hal itu. Ya itu memang bukan perbuatan seperti minum khamr atau ghibah...
*namun bukankah akan lebih baik jika digunakan untuk hal yang menambah bekal akhirat seperti tilawah, dakwah atau menuntut ilmu agama???*

Coba pilah kembali...
Apa saja yang lebih bermanfaat untukmu

Hati-hati dengan tipu daya syaitan. Jika ia tidak berhasil  menyesatkanmu maka ia menghiasi sesuatu agar engkau sibuk dengannya. Analoginya seperti ini... jika kita bisa mendapat poin 1000 lalu mengapa kita memilih untuk mendapat poin 500 dimana keduanya menghabiskan waktu yang sama. Bukankah di dunia ini kita harus BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN???

Perhatikanlah waktumu... periksa hatimu...
Sesungguhnya ajal tidak harus tua. Ajal tidak harus melalui sakit. Tidak takutkan engkau sakaratul  maut saat engkau melakukan maksiat???

Saat engkau melakukan dosa kecil saja....,

tidakkah engkau takut itu mempengaruhi hatimu?

Mempengaruhi kenikmatanmu dalam beribadah kepadaNya?

Mempengaruhi hafalanmu?

Mempengaruhi ilmu untuk masuk kedalam dirimu?

Dan hatimu lama-lama bisa menghitam dan menjadi keras....

Tidakkah engkau takut saat berada dihadapanNya kelak?

Apa yang menjadi hujjahmu?

Jika engkau masih menyukai kemaksiatan... tanyalah kepada hatimu...
Dan mintalah kepada Allah hati yang mencintai apa-apa yang Allah cinta dan membenci apa-apa yang Allah murkai...

Tutuplah aurat sesuai syariat... jauhkan telingamu... matamu... kakimu... dari yang Allah tidak sukai...
Jika terasa berat mintalah kepada Allah agar memudahkanmu...

Wahai umat Rasulullah shallallahu alaihi wassalam
Sampai kapan terus bermain2 dan tidak bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk perjumpaan dengan Allah azza  wa jalla?

_"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, *maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh.* Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin"_ (as-Sajdah/32:12)

Selagi di dunia saudaraku...
Teruslah memperbaiki dirimu... jangan peduli dengan mereka yang mencelamu...
Jika engkau masih khawatir dengan cela manusia. Mungkin niatmu belum sepenuhnya karena Allah.

BERUBAHLAH  KARENA ALLAH... bukan karena manusia...
Cukuplah Allah yang menjadi tujuanmu.
Fokuslah dengan penilaian Allah terhadapmu...
Dan bagaimanakah  kedudukanmu dihadapan Allah
Cintailah Allah... lebih dari apapun...

Wallahu a'lam. Semoga Allah ampuni kesalahan-kesalahan ana.

🖊 Nusaibah Ziyan

#selfreminder
==================
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;......... ” (QS. Ali Imran: 104)

_"Andaikata kami dahulu *mau mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala"*_ [al-Mulk/67:10]

_"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, *yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh”*_ [al-Munâfiqûn/63:10]

●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●

Membangun Masjid

*Ayo Membangun Masjid*
➖*➖*➖*➖*➖*➖*➖

Kehidupan dunia ini tidak abadi. Tak lama ajal akan datang menjemput. Dunia hanyalah alam tempat ujian dan kefanaan. Sudah sepatutnya bagi seorang muslim yang beriman akan surga dan neraka, mempersiapkan bekal untuk memberatkan timbangan amal kebajikannya. Demi meraih kebahagiaan hakiki dan abadi.

Sejak jauh hari, Nabi kita shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan hal ini,

ﺍﻟْﻜَﻴِّﺲُ ﻣَﻦْ ﺩَﺍﻥَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ، ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﺟِﺰُ ﻣَﻦْ ﺃَﺗْﺒَﻊَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻫَﻮَﺍﻫَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻤَﻨَّﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“ Orang yang pandai itu ialah, orang yang mampu mengevaluasi dirinya dan beramal (mencurahkan semua potensi) untuk kepentingan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah, orang yang mengikuti hawa nafsunya kemudian berangan-angan kosong kepada Allah.” (HR.Tirmidzi)

🌿 Investasi Pahala dengan Membangun Masjid

*Diantara sebaik-baik perbekalan tersebut adalah, dengan membangun masjid. Tempat terpancar syiar Islam dan iman, kebersamaan kaum muslimin dalam sholat jama’ah, tempat untuk mengagungkan nama Allah dalam sujud dan ruku’, madrasah bagi kaum muslimin;* dengan majlis-majlis ilmu di dalamnya.
Alangkah besar pahala orang yang turut andil membangunnya. Ia menjadi sebab tercapainya amalan-amalan agung.

*Amalannya dicatat sebagai sedekah jariyah, yang pahalanya terus mengalir, meski ia sudah tinggal di alam kubur.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan sebuah kabar gembira,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﻭَﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﻭَﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh .” (HR. Muslim no. 1631)

Dalam hadis lain disinggung lebih spesifik lagi. Dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan,
ﺇِﻥَّ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﻠْﺤَﻖُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻭَﺣَﺴَﻨَﺎﺗِﻪِ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻪِ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﻋَﻠَّﻤَﻪُ ﻭَﻧَﺸَﺮَﻩُ ﻭَﻭَﻟَﺪًﺍ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﺗَﺮَﻛَﻪُ ﻭَﻣُﺼْﺤَﻔًﺎ ﻭَﺭَّﺛَﻪُ ﺃَﻭْ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﺑَﻨَﺎﻩُ ﺃَﻭْ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻻِﺑْﻦِ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞِ ﺑَﻨَﺎﻩُ ﺃَﻭْ ﻧَﻬْﺮًﺍ ﺃَﺟْﺮَﺍﻩُ ﺃَﻭْ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﺃَﺧْﺮَﺟَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﻓِﻲ ﺻِﺤَّﺘِﻪِ ﻭَﺣَﻴَﺎﺗِﻪِ ﻳَﻠْﺤَﻘُﻪُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﻮْﺗِﻪِ
” Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf Alquran yang diwariskannya, *masjid yang dibangunnya*, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau *shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya*, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia .” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani).

Dalam fatwa Lajnah Daimah (6/237) dijelaskan, “Mendermakan harta untuk pembangunan masjid atau patungan dalam membagun masjid, termasuk sedekah jariyah. Bagi mereka yang mendermakan dan meniatkan untuk tujuan bangun masjid. Bila tulus ikhlas niat anda, maka ini termasuk perbuatan yang mulia.” (Fatwa Lajnah Daimah (6/237), dikutip dari Islamqa.com).

🌿 Termasuk Amalan yang Paling Dicintai Allah

Masjid adalah tempat yang paling Allah senangi di muka bumi ini. Maka sebagaimana Allah amat mencintai masjid, maka sudah barang tentu Allah amat ridho dengan hambaNya yang bermurah hati menyisihkan harta atau jerih payahnya, untuk membangun tempat yang paling disenangi oleh Rabbul’aalamin tersebut. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻟْﺒِﻠَﺎﺩِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪُﻫَﺎ، ﻭَﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺍﻟْﺒِﻠَﺎﺩِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﺳْﻮَﺍﻗُﻬَﺎ
“ Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar .” (HR. Muslim. Dari Abu Hurairah).

▪Tanda Iman dan Khosyah
Bahkan Allah menjadikan perbuatan membangun masjid, sebagai tanda keimanan.

Allah berfirman,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻌْﻤُﺮُ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻡَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗَﻰ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺨْﺶَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪَ ۖ ﻓَﻌَﺴَﻰٰ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ
“ Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk ” (QS. At Taubah : 18).

Termasuk dalam memakmurkan rumah Allah, adalah dengan membangunnya. Ada dua macam memakmurkan masjid; konkrit dan abstrak. Konkritnya adalah dengan membangun masjid atau merawatnya setelah selesai pembangunan (berkaitan dengan fisik). Kemudian abstraknya adalah, memakmurkan masjid dengan amalan-amalan sholih, seperti sholat berjamaah, i’tikaf, menggunakan masjid untuk majlis-majlis ilmu, membaca Al Qur'an dst.

🌿 *Dibangunkan Untuknya Rumah di Surga;

Siapa yang tidak tergiur dengan rumah di surga. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan,

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐِﻰ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻠَﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
“ Barangsiapa yang membangun masjid (karena mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga .” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan).

*Bila membangun rumah di dunia, butuh dana ratusan bahkan milyaran juta. Memakan waktu berbulan-bulan. Hanya untuk membangun rumah sementara, yang tak lama akan ditinggalkan.*

Anda juga harus menyediakan material yang berat dan mengupah tukang.

===> *Maka untuk mendapatkan rumah di surga, yang tak terbayang nikmat dan mewahnya, anda hanya cukup dengan ikut andil dalam membagun masjid di dunia.*

🌿 Bagaimana bentuk andil dalam membangun masjid?

Syaikh Abdulmuhsin Al ‘ abbad hafizhahullah , saat mengajar pelajaran Sunan An Nasai menjelaskan, bahwa membangun masjid ada dua macam cara:

Pertama : Membangun langsung dengan tangannya sendiri / tenaganya.

Kedua : Membangun dengan hartanya, yakni dengan mendermakan hartanya untuk membangun masjid.
Orang yang menempuh dua cara ini, masuk dalam keutamaan yang disebut dalam hadits di atas.
Dalam riwayat lain disebutkan,

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻛَﻤَﻔْﺤَﺺِ ﻗَﻄَﺎﺓٍ

*"Barangsiapa membangun masjid karena Allah walaupun hanya seukuran tempat burung bertelur, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga* …” (HR. An Nasai).

Ada dua makna maf-hasil quthoh (arti: tempat burung bertelur) dalam hadis ini adalah

Pertama : Ungkapan ini untuk shighoh mubaalaghoh (hiperbola). Seperti dalam firman Allah ta’ala,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻭَﺍﺳْﺘَﻜْﺒَﺮُﻭﺍ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﻔَﺘَّﺢُ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﻠِﺞَ ﺍﻟْﺠَﻤَﻞُ ﻓِﻲ ﺳَﻢِّ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻁ

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, sampai unta masuk ke lubang jarum” (QS. Al A’raf: 40).

*Artinya sekecil apapun andil anda; yakni berupa harta maupun tenaga (suka rela) dalam membangun masjid, anda akan mendapatkan ganjaran ini.*

▪ Kedua : Makna lainnya adalah, untuk menerangkan tentang orang-orang yang patungan dalam pembangunan masjid. Sekalipun orang itu patungan, dan yang ia mampu hanya tak seberapa, maka ia tetap mendapatkan ganjaran yang disebutkan dalam hadis.

Lihatlah betapa maha pemurahnya Allah, kepada hambaNya yang beramal sholih. Meski tak seberapa andil nya dalam membangun masjid, namun Allah tidak menyiakannya. Yang dilihat adalah tulus niatnya untuk berbuat baik, meski nominal uang yang ia mampu untuk didermakan tak seberapa.
Syaikh ‘Ustaimin rahimahullah pernah ditanya tentang sekelompok orang yang patungan untuk membangun masjid, apakah setiap dari mereka mendapatkan pahala membangun masjid? Atau karena patungan pahalanya menjadi berkurang?

Lantas beliau menjawab dengan balik bertanya, “Pernahkah anda membaca surat idza zulzilah (Al Zalzalah)?

Apa yang Allah firmankan dalam surat tersebut?”
Penanya lantas membacakan ayat,

ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳَﺮَﻩُ

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya ” (QS. Al Zalzalah : 7)

Syaikh kemudian menerangkan, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula (pent. Beliau membacakan ayat).

*Setiap orang yang ikut serta dalam patungan tersebut, mendapatkan pahala dari amalnya. Dan setiap dari mereka mendapatkan pahala juga dari sisi lain. Yakni, pahala saling tolong-menolong dalam kebaikan.*
*Karena kalau tidak diadakan patungan, dana yang terkumpul dari masing-masing mereka, tidak memadai untuk membangun masjid*. Maka kita katakan, baginya pahala amal (membangun masjid) dan pahala tolong-menolong dalam kebaikan.” (Liqa’ al Bab al Maftuh: 21/230, dikutip dari Islamqa.com).

🌿 Tukang Bangunan Apakah Mendapat Keutamaan Ini?

Kemudian ada pertanyaan: apakah para tukang yang diupah untuk pembangunan masjid juga mendapatkan pahala ini?

Syaikh Abdulmuhsin Al ‘ Abbad hafizhahullah menerangkan, bahwa para tukang yang diupah untuk membangun masjid, tidak disebut sebagai orang yang membangun masjid yang disinggung dalam hadits. Mereka tidak mendapat keutamaan tersebut, karena yang diniatkan adalah upah. Sementara Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan bahwa amalan tergantung pada niat.
*Dan seorang mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya[1].* *Kecuali bila ia berniat untuk membantu secara suka rela, dengan berharap untuk mendapatkan pahala membangun masjid. Maka insyaAllah dia mendapatkan ganjaran tersebut.*

Allahua’lam bis showab.

________
Catatan kaki
[1] Catatan kuliah dengan beliau, Selasa 21 Dzulhijah 1436, di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah.
***

Wihdah 8, Islamic University of Madinah, 26 Dzulhijah 1436.
Penulis : Ahmad Anshori
Artikel Muslim. Or.id

11 Amalan Dapat Jaminan Rumah di Surga

11 Amalan Dapat Jaminan
Rumah di Surga
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

1⃣ *Membangun masjid* dengan ikhlas karena Allah
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻛَﻤَﻔْﺤَﺺِ ﻗَﻄَﺎﺓٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺻْﻐَﺮَ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga .” (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.
Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits ‘Utsman bin ‘Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ,

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻣِﺜْﻠَﻪُ

"Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga. ” (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).

Kata Imam Nawawi rahimahullah , maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:

1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.

2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. ( Syarh Shahih Muslim , 5: 14)

2⃣ *Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali*

Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ‏) ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺨْﺘِﻤَﻬَﺎ ﻋَﺸْﺮَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻗَﺼْﺮﺍً ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga. ” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini
hasan dengan berbagai penguat)

3⃣ *Mengerjakan shalat dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at*

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ، ﻭَﻗَﺒْﻞَ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ﺑﻨﻲَ ﻟَﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺑَﻴْﺖٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga. ” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

4⃣ *Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari*

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﺛْﻨَﺘَﻰْ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺭَﻛْﻌَﺔً ﻓِﻰ ﻳَﻮْﻡٍ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﺑُﻨِﻰَ ﻟَﻪُ ﺑِﻬِﻦَّ ﺑَﻴْﺖٌ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, no. 728)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺛَﺎﺑَﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﺛِﻨْﺘَﻰْ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺭَﻛْﻌَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺃَﺭْﺑَﻊِ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh .” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

5⃣ *Meninggalkan perdebatan*

6⃣ *Meninggalkan dusta*

7⃣ *Berakhlak mulia*

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻰ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺤِﻘًّﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻰ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎﺯِﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻰ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴَّﻦَ ﺧُﻠُﻘَﻪُ

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan )

8⃣ *Mengucapkan alhamdulillah dan istirja’ (inna ilaihi wa innaa ilaihi raaji’’un) ketika anak kita wafat*

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﻭَﻟَﺪُ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻼَﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻗَﺒَﻀْﺘُﻢْ ﻭَﻟَﺪَ ﻋَﺒْﺪِﻯ . ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻧَﻌَﻢْ . ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻗَﺒَﻀْﺘُﻢْ ﺛَﻤَﺮَﺓَ ﻓُﺆَﺍﺩِﻩِ . ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻧَﻌَﻢْ . ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻣَﺎﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﻋَﺒْﺪِﻯ ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺣَﻤِﺪَﻙَ ﻭَﺍﺳْﺘَﺮْﺟَﻊَ . ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﺑْﻨُﻮﺍ ﻟِﻌَﺒْﺪِﻯ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺳَﻤُّﻮﻩُ ﺑَﻴْﺖَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian). ” (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan ).

9⃣ *Membaca doa masuk pasar*

Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya Ibnu ‘Umar, dari kakeknya (‘Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺴُّﻮﻕَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚُ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺣَﻰٌّ ﻻَ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﻟَﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺩَﺭَﺟَﺔٍ

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga .” (HR. Tirmidzi, no. 3428. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if ).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu ‘Umar
radhiyallahu ‘anhuma , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺴُّﻮْﻕَ ﻓَﺒَﺎﻉَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺍﺷْﺘَﺮَﻯ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻻَ ﺇِﻟَﻪ َﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ، ﻟَﻪُ ﺍﻟﻤﻠْﻚُ ، ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﺤَﻤْﺪُ ، ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴْﺖُ ، ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮ ، ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ، ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ، ﻭَﺑَﻨَﻰ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ

“Siapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan *akan membangunkan baginya rumah di surga.*” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)

Meskipun riwayatnya dha’if atau lemah namun karena kita diperintahkan berdzikir ketika orang itu lalai seperti kala di pasar, maka dzikir di atas masih boleh diamalkan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
rahimahullah berkata,

“ ﺇﺫﺍ ﺗﻀﻤﻨﺖ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻔﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻀﻌﻴﻔﺔ ﺗﻘﺪﻳﺮﺍً ﻭﺗﺤﺪﻳﺪﺍً ؛ ﻣﺜﻞ ﺻﻼﺓ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﻣﻌﻴﻦ ، ﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻣﻌﻴﻨﺔ ، ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺔ ﻣﻌﻴﻨﺔ ؛ ﻟﻢ ﻳﺠﺰ ﺫﻟﻚ – ﺃﻱ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻬﺎ – ﻷﻥ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﺻﻒ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺷﺮﻋﻲ ، ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﻟﻮ ﺭﻭﻱ ﻓﻴﻪ : ‏( ﻣَﻦ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ‏) ﻓﺈﻥ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻣﺴﺘﺤﺐ ، ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻐﺎﻓﻠﻴﻦ ، ﻓﺄﻣﺎ ﺗﻘﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﺍﻟﻤﺮﻭﻱ ﻓﻴﻪ ﻓﻼ ﻳﻀﺮ ﺛﺒﻮﺗﻪ ﻭﻻ ﻋﺪﻡ ﺛﺒﻮﺗﻪ

“Jika suatu hadits yang menerangkan fadhilah atau keutamaan suatu amalan dari sisi jumlah atau pembatasan tertentu seperti shalat di waktu tertentu, membaca bacaan tertentu, atau ada tata cara tertentu, tidak boleh diamalkan jika haditsnya berasal dari hadits dha’if. Karena menetapkan tata cara yang khusus dalam ibadah haruslah ditetapkan dengan dalil.

Adapun mengenai doa masuk pasar yaitu haditsnya berbunyi, siapa yang masuk pasar lantas membaca
laa ilaha illallah dan seterusnya, maka perlu dipahami bahwa secara umum berdzikir ketika masuk pasar itu disunnahkan. Karena kita diperintahkan berdzikir saat orang-orang itu lalai. Besarnya pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut (hingga disebutkan sejuta, pen.) tidaklah menimbulkan problema ketika bacaan tersebut diamalkan, baik nantinya hadits tersebut dihukumi shahih ataukah tidak. ” (Majmu’ Al-Fatawa , 18: 67)

Dalil umum yang memerintahkan kita banyak dzikir termasuk di pasar adalah hadits berikut.
Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata,

ﺟَﺎﺀَ ﺃَﻋْﺮَﺍﺑِﻴَّﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻯُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻣَﻦْ ﻃَﺎﻝَ ﻋُﻤُﺮُﻩُ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ‏» . ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻵﺧَﺮُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺷَﺮَﺍﺋِﻊَ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ﻗَﺪْ ﻛَﺜُﺮَﺕْ ﻋَﻠَﻰَّ ﻓَﻤُﺮْﻧِﻰ ﺑِﺄَﻣْﺮٍ ﺃَﺗَﺸَﺒَّﺚُ ﺑِﻪِ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻻَ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﻟِﺴَﺎﻧُﻚَ ﺭَﻃْﺒﺎً ﻣِﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ

“Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas salah satu dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?” “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.” “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,” jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir itu dilakukan setiap saat, bukan hanya di masjid, sampai di sekitar orang-orang yang lalai dari dzikir, kita pun diperintahkan untuk tetap berdzikir.
Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika hati seseorang terus berdzikir pada Allah maka ia seperti berada dalam shalat. Jika ia berada di pasar lalu ia menggerakkan kedua bibirnya untuk berdzikir, maka itu lebih baik.” (Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam , 2: 524)

🔟 *Menutup celah dalam shaf shalat*

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺳَﺪَّ ﻓُﺮْﺟَﺔً ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺭَﻓَﻌَﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺩَﺭَﺟَﺔً

“Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga .” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali , 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)

1⃣1⃣ *Beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam*

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu , ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﻭَﺍﻟﺰَّﻋِﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﻞُ ﻟِﻤَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﻲ ﻭَﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻭَﻫَﺎﺟَﺮَ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﻟِﻤَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﻲ ﻭَﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻭَﺟَﺎﻫَﺪَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﻏُﺮَﻑِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺪَﻉْ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣَﻄْﻠَﺒًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣَﻬْﺮَﺑًﺎ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺣَﻴْﺚُ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﻤُﻮﺕَ

“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal .” (HR. An-Nasa’i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan )

Moga kita dimudahkan mendapatkan kaveling rumah atau istana di surga. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:
https://saaid.net/rasael/441.htm

Sumber : https://rumaysho.com/13072-11-amalan-dapat-jaminan-rumah-di-surga.html

•┈◎❅❀❦●●●🎀🎀🎀●●●❦❀❅◎┈•

*Post By : Grup Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar Via WA, Ketik: *Nama#Domisili*

Kirim ke
Akhawat : 082213423854
Ikhwan   : 081805006039

Keutamaan Bersedekah

Diantara *keutamaan bersedekah* antara lain:
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

1. *Sedekah dapat menghapus dosa.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺭ
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

ﺃَﻓَﺄَﻣِﻨُﻮﺍ ﻣَﻜْﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺄْﻣَﻦُ ﻣَﻜْﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. *Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
ﺭﺟﻞ ﺗﺼﺪﻕ ﺑﺼﺪﻗﺔ ﻓﺄﺧﻔﺎﻫﺎ، ﺣﺘﻰ ﻻ ﺗﻌﻠﻢ ﺷﻤﺎﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻨﻔﻖ ﻳﻤﻴﻨﻪ
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. *Sedekah memberi keberkahan pada harta.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻣﺎ ﻧﻘﺼﺖ ﺻﺪﻗﺔ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﺯﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪﺍ ﺑﻌﻔﻮ ﺇﻻ ﻋﺰﺍ
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

*Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang?*

Dalam Syarh Shahih Muslim , An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. *Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.*

Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺼَّﺪِّﻗِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺼَّﺪِّﻗَﺎﺕِ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺿُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿﺎً ﺣَﺴَﻨﺎً ﻳُﻀَﺎﻋَﻒُ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮٌ ﻛَﺮِﻳﻢٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. *Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah*.

ﻣﻦ ﺃﻧﻔﻖ ﺯﻭﺟﻴﻦ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ، ﻧﻮﺩﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻫﺬﺍ ﺧﻴﺮ : ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. *Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”* (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. *Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.*

Perkara yang paling menyelamatkan orang di akhirat adalah iman. Dan sedekah adalah bukti kebenaran iman. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﺮﻫﺎﻥ
“ Sedekah adalah bukti. ” (HR. Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).

7. *Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻟﺘﻄﻔﻰﺀ ﻋﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﺣﺮ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

8. *Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻳﺎ ﻣﻌﺸﺮ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭ ! ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺍﻹﺛﻢ ﻳﺤﻀﺮﺍﻥ ﺍﻟﺒﻴﻊ . ﻓﺸﻮﺑﻮﺍ ﺑﻴﻌﻜﻢ ﺑﺎﻟﺼﺪﻗﺔ
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. *Orang yang bersedekah*

merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺒﺨﻴﻞ ﻭﺍﻟﻤﻨﻔﻖ ، ﻛﻤﺜﻞ ﺭﺟﻠﻴﻦ ، ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺟﺒﺘﺎﻥ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺪ ، ﻣﻦ ﺛﺪﻳﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﺗﺮﺍﻗﻴﻬﻤﺎ ، ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﻤﻨﻔﻖ : ﻓﻼ ﻳﻨﻔﻖ ﺇﻻ ﺳﺒﻐﺖ ، ﺃﻭ ﻭﻓﺮﺕ ﻋﻠﻰ ﺟﻠﺪﻩ ، ﺣﺘﻰ ﺗﺨﻔﻲ ﺑﻨﺎﻧﻪ ، ﻭﺗﻌﻔﻮ ﺃﺛﺮﻩ . ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺒﺨﻴﻞ : ﻓﻼ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﻨﻔﻖ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﻻ ﻟﺰﻗﺖ ﻛﻞ ﺣﻠﻘﺔ ﻣﻜﺎﻧﻬﺎ ، ﻓﻬﻮ ﻳﻮﺳﻌﻬﺎ ﻭﻻ ﺗﺘﺴﻊ
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil?

10. *Pahala sedekah terus berkembang*

Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳﻘﺒﻞُ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔَ ، ﻭﻳﺄﺧﺬُﻫﺎ ﺑﻴﻤﻴﻨِﻪ ، ﻓﻴُﺮَﺑِّﻴﻬﺎ ﻟِﺄَﺣَﺪِﻛﻢ ، ﻛﻤﺎ ﻳُﺮَﺑِّﻲ ﺃﺣﺪُﻛﻢ ﻣُﻬْﺮَﻩ ، ﺣﺘﻰ ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠُّﻘْﻤَﺔَ ﻟَﺘَﺼِﻴﺮُ ﻣِﺜْﻞَ ﺃُﺣُﺪٍ
“ sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud ” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

11. *Sedekah menjauhkan diri dari api neraka*

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ﺍﺗَّﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖِّ ﺗﻤﺮﺓٍ ، ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠِﺪْ ﻓﺒﻜﻠﻤﺔٍ ﻃﻴِّﺒﺔٍ
“ jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah ” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

12. *Boleh iri kepada orang yang dermawan*

Iri atau hasad adalah akhlak yang tercela, namun iri kepada orang yang suka bersedekah, ingin menyaingi kedermawanan dia, ini adalah akhlak yang terpuji.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ﻻ ﺣﺴﺪَ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ : ﺭﺟﻞٌ ﺁﺗﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣﺎﻟًﺎ؛ ﻓﺴﻠَّﻂَ ﻋﻠﻰ ﻫَﻠَﻜَﺘِﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻖِّ ، ﻭﺭﺟﻞٌ ﺁﺗﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔَ؛ ﻓﻬﻮ ﻳَﻘﻀﻲ ﺑﻬﺎ ﻭﻳُﻌﻠﻤُﻬﺎ
“ tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816)

13. *Orang mati ingin kembali ke dunia untuk bersedekah*

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, *maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.*” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Kenapa dia tidak mengatakan, "Maka aku dapat melaksanakan umroh", "Maka aku dapat melakukan shalat atau puasa" dan lain lain?
Berkata para ulama, “tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...”

•┈◎❅❀❦●●●🎀🎀🎀●●●❦❀❅◎┈•

*Post By : Grup Wa Tholibu Al Ilmi*

📲 Daftar Via WA, Ketik: *Nama#Domisili*

Kirim ke
Akhawat : 082213423854
Ikhwan   : 085600591377

📑 Silahkan disebar kiriman ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah aamiin.

Jazakumullahu Khoiron

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies