cHeYa
this site the web

Recent Photos

image
image
image
Tampilkan postingan dengan label aRtikeLku.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aRtikeLku.... Tampilkan semua postingan

Tulisan Masa Lalu

Pagi itu saya merebus air dan ketika menaruh panci ke atas kompor hati saya menganjurkan untuk bikin reminder di hp saya, namun saya mengabaikannya. Sekitar satu setengah jam saya asyik di depan komputer dan ketika saya akan menutup pintu samping, saya terperanjak karena air yang saya rebus tinggal sepertiga dan airnya sudah memutih. Subhanallah… betapa hebatnya Allah yang membuat manusia lupa dan ingat akan sesuatu. Saya lihat, besi disekitar lingkaran api itu agak gosong. Saya bersyukur kejadian itu tidak sampai membuat rumah saya terbakar.

Yah… Otak… begitu kecil dibanding ukuran kepala, namun fungsinya luar biasa. Subhanallah… Sungguh beruntung bila kita bisa titipan Allah tersebut digunakan dijalan yang Ia ridha. Misalnya digunakan untuk bekerja, hafalan ayat-ayat Al Qur’an dsb dan bukannya berpikir untuk berbuat curang, untuk menjatuhkan orang lain, untuk pamer dsb. Ya Allah… ampunilah kami…

“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri” (Ar Ruum [30]:28)

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis” (QS. Al Qamar [54]: 52-53)

“Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Yaasiin [36]:83)

Dilain waktu, rekan kecil saya belajar berhitung dengan jari. Yah… 6 X 8 =48 Dimana jari yang ditekuk dijumlahkan dan yang berdiri dikali. Subhanallah… metode berhitung yang menakjubkan dan itu menjadi salah satu kelebihan jari “memudahkan belajar berhitung”. Dan… bila kita sudah bisa berhitung, hendaknya kita tak hanya pandai menghitung jumlah penghasilan, laba atau total hutang orang lain kepada kita, namun juga sadar akan harta yang dinafkahkan dijalanNya dan berapa berapa pajak yang harus kita bayarkan pada negara? Begitupula dengan tulisan, mungkin kita masih sering sms atau menulis yang tak ada gunanya, bahkan bisa saja tulisan itu menambah dosa kita. Astaghfirullah…

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasiin [36]: 65)

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? ((QS. Yaasiin [36]: 34-35)

Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda.

Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (QS.Al-Qiyaamah [75] : 3-4)

Ketika mendengar anak-anak belajar surat tertentu atau doa kadang saya bertanya, ”kok ada yang berbeda bacaan yang saya hafal dengan yang mereka hafalkan (misal perbedaan bacaan antara huruf yang ada tasydidnya dan tidak). Dari kejadian itu, saya bertanya,”sebenarnya siapa yang kurang tepat, saya? apakah mereka?”

Lalu, saya membuka kembali buku dan melihat bacaan arabnya. Astaghfirullah, kendati bacaan itu hampir tiap hari saya baca, ternyata bacaan saya ada yang kurang sempurna.

Yah... kendati dulu hafal, berjalan dengan waktu meski kelihatan tetap hafal, namun belum tentu benar seutuhnya. Dan, seharusnya, kita menajamkan daya ingat kita dengan membaca buku atau bertanya pada ustadz atau orang yang lebih paham. Seperti halnya ketika belajar bahasa asing yang perlu latihan yang istiqomah, maka belajar tentang agama hendaknya harus lebih istiqomah.

Bila kita ada waktu untuk membaca berita, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk belajar agama? bila kita ada waktu untuk melihat Tv, belajar mata pelajaran atau untuk mengembangkan potensi atau mencari nafkah, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk menghafal surat dan doa-doa? Sudah berapa banyakkah doa dan surat yang kita hafal? Tidak malukah dengan anak SD yang hafal lebih banyak surat daripada kita? Ya Allah semoga kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala titipan dariMu... amin

Sungguh ketika menulis ini diri saya malu akan perbuatan saya selama ini, begitu banyak kesalahan dan kurang bisa memanfaatkan titipanNya dengan baik. Karenanya, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri saya kembali dan semoga bisa bermanfaat pula untuk saudara semua amin…

”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali 'Imran [3]:191)

“Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti” (Ali 'Imraan [3]:193)

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. An Nuur [24]: 24-25)

Sesungguhnya Taufik dan ilmu kebaikan berasal dari Allah dan manusialah yang seringkali salah. Saya mengutip seperti yang tercantum dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi ayat 24, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ya Allah... semoga jiwa, raga, hati dan langkah kami berada dijalan yang lebih Engkau ridha dan semoga kami mampu serta tidak malu kepadaMu dengan penyesalan kelak, ketika harus mempertanggungjawabkan apa yang kami niatkan dan kami perbuat amin...

Sweet Home, 7 Mei 2009
Best Regards,


c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com

Review Proses Anda!!!

Ketika kita belajar matematika, kita harus tahu berapa rumus dan kira-kira berapa lama latihan yang kita perlukan hingga kita mudah memecahkan soal yang jauh tidak berbeda dan ketika kita berbisnis, kita hendaknya mengetahui usaha yang akan kita geluti, kesulitan-kesulitan apa yang bisa muncul dan bagaimana cara mengatasinya, serta memikirkan prospek kedepannya dan hal positif dan negatif yang ditimbulkan. Bila hal itu dipersiapkan secara matang, maka persentase kemungkinan kegagalan bisa diminimalisasi.

Seseorang yang memiliki komitmen akan berusaha menjaga apa yang dia niatkan. Salah satu hal yang mencerminkan seseorang itu komitmen adalah sikap disiplin. Disiplin itu penting karena itu bukti bahwa kita menghargai waktu dan diri kita sendiri. Bila kita berkata “kita sibuk”, sebenarnya sesibuk apa? Memang kemampuan fisik tiap orang berbeda, tapi dalam waktu 24 jam itu apa kita benar-benar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? setidaknya yang bisa bermanfaat bagi diri maupun orang lain. Misal, kita membaca buku ketika menunggu seseorang. Dari hal-hal seperti itulah yang bisa melatih diri kita untuk dispilin dan teguh dengan komitmen kita karena dalam keadaan yang tidak terlalu sibukpun kita berusaha untuk tetap beraktivitas dan ada niat dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita memiliki kendali dalam diri kita untuk terus melangkah setelah terjatuh. Salah satunya dengan meneguhkan hati dengan motivasi-motivasi. Dan dilain hari, kadang Anda perlu untuk mengulang motivasi yang sama karena berjalan dengan waktu esensi dari motivasi bisa menurun. Karenanya, alangkah lebih baik bila Anda mengupdate motivasi dalam hidup Anda baik itu dengan introspeksi diri kemudian menceramahi diri Anda sendiri sehingga Anda lebih niat untuk menjadi lebih, dengan membaca buku yang dapat mencerahkan hidup Anda, dengan mendengarkan seminar atau sharing dengan orang lain.

Orang-orang besar.... orang-orang yang mengagumkan... kebanyakan hidupnya tidak datar-datar aja. Namun yang perlu dipelajari bukannya apa saja hambatan mereka, namun bagaimana mereka menghadapinya. Belum berhasil bukanlah hal yang bisa membuat langkah mereka terhenti, namun dari hal itu mereka semakin belajar. BILA MEREKA TERHENTI DALAM SUATU ARAH, MAKA LANGKAH MEREKA BERJALAN KE ARAH YANG LAIN. Jangan terus bertanya tentang apa yang kita dapatkan namun apa yang telah kita lakukan untuk cita-cita, impian dan keinginan kita.

Best Regards,


c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com

-- Yang Mengalahkan Keyakinan Seorang Motivator --

Pada suatu hari, sahabat saya yang bernama Sigit berkata, ”motivator itu ibarat layang-layang yang terbangnya berlawanan dengan arah angin. Pola pikirnya berbeda dengan kebanyakan orang.” Dalam hati saya berucap,”Saya mengagumi Tuhan yang menciptakan dan memberikan anugerah pada mereka sebuah hati yang begitu bening.” 

Beda halnya dengan teman saya Vans yang kurang menyukai motivasi. Vans menganggap motivasi itu lebih cenderung memakai logika yang bisa membuat manusia memiliki kepercayaan diri yang berlebihan dengan apa yang telah dimilikinya. Padahal, Tuhan lah yang berkehendak. Menurut saya ada benarnya, kadang ada motivasi yang seperti itu. 

Motivasi yang terlalu berlebihan dan tanpa menekankan bahwa semua adalah peranan dan kehendak Tuhan akan membuat manusia menjadi sombong dan lupa siapa dirinya yang sebenarnya. 

Karena itu, segala macam bentuk motivasi alangkah lebih baik bila kita filter mengingat tidak semua pemikiran motivator dapat kita terima karena pemikiran mereka kadang juga kurang tepat. Namun, bagi saya motivasi sangatlah penting dan tanpa kita sadari kita seringkali berkomunikasi dengan motivator-motivator kita seperti keluarga, teman atau pasangan kita.

…………….. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An Nisaa' 36)

Menurut saya, Motivator itu ibarat enzim yang berfungsi sebagai katalisator yang sifatnya mempercepat reaksi substrat. Ia tidak selalu harus berdiri disebuah panggung atau podium untuk memberikan presentasi yang membius, namun bisa juga memberikan presentasi dari hal yang terlihat kecil seperti memberikan doa dan dukungan ketika ada teman yang sedang patah semangat. Hal itu berarti hampir setiap orang memiliki potensi menjadi motivator baik untuk dirinya sendiri maupun untuk memotivasi orang lain. 

Bila enzim dipengaruhi oleh ph, suhu, koenzim dan inhibitor maka yang mempengaruhi kadar besar atau kecilnya potensi motivasi tiap individu berbeda meliputi hikmah yang diberikan Tuhan, kadar niat dan kemampuan individu tesebut untuk mengembangkan potensi dengan apa yang "masih" ada dalam kendali mereka dengan izin Allah. Dan yang pasti semua terjadi karena kehendak Allah. Manusia hanya berdoa dan berusaha. 

………….. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. (Ali 'Imraan 13)

Motivator adalah mereka yang pernah terluka namun mereka berusaha belajar dari semua itu, mereka yang berusaha mengambil sisi positif dari hal-hal yang terjadi, mereka yang mau berpikir, mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya, mereka yang tak mudah putus asa dan tak mudah menyerah, mereka yang ingin berbagi ilmu dengan yang lain demi ridha Tuhannya, mereka yang ingin bermanfaat bagi orang lain dengan cara yang mereka inginkan dan mereka yang keyakinannya akan pasti kalah dengan kehendak Tuhan yang berkuasa atas ciptaanNya.

Katakanlah : "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (Allah) memberi petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tersesat, maka sesungguhnya ia hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan aku bukan penjaga atas dirimu. "Dan ikutilah (Al Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu dan bersabarlah kamu sehingga Allah memberi keputusan, dan Dia sebaik-baiknya pemberi keputusan (Q.S Yunus 108-109)

.................... Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Al Maa'idah 54)

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al Israa' 70)

Di Belanda, para petani menginginkan ladangnya subur dengan cara memanfaatkan kincir angin. Kebanyakan dari kita akan berpikir bahwa mengalirnya air ke ladang karena kekuatan kincir dan kekuatan angin. Terlupakah oleh kita tentang siapakah yang berkehendak keduanya berfungsi? Sesungguhnya tidak ada satupun kekuatan dari kincir atau angin. Yang pasti ada adalah kekuatan Tuhan yang menggerakkan keduanya. Seperti halnya ketika kita merasa down, kita berharap ada orang lain yang datang dan memberikan kita semangat. Sesungguhnya kita memiliki Tuhan yang ilmunya begitu luas dan ia tak pernah tidur. Bila kita mau mendengarkan, Tuhan telah berbicara dengan hati kita, Tuhan telah memberikan motivasi dan menghibur kita dengan ayat-ayatNya yang menakjubkan seperti ayat-ayat berikut.

Jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (Al-Hadiid: 23)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran 139)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah ayat 216)

........................... Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Al Hajj 34). (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka. (Al Hajj 35)

................Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al Maa'idah 6)

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Huud 115)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Alam Nasyrah : 6)

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan di cukupi segala kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)

Dan Kami turunkan dari Al-Qur an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur an itu hanyalah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim. (al-Isra : 82)

Niat diri kita ibarat kincir yang merupakan gerbang awal menuju keinginan kita sedangan angin ibarat dorongan semangat dari orang lain. Pernahkah kita menyadari bahwa kunci untuk membuka niat gerbang itu adalah kehendak Tuhan???. Sebanyak apapun kita membaca buku motivasi atau kita mendengar presentasi dari motivator-motivator yang terkenal, bila Tuhan yang menguasai seluruh makhluk tidak berkehendak membuka hati kita, maka ilmu itu tidak akan bisa masuk.

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (Q.s. al-Baqarah: 269).

Ketika kita memancing ikan dilaut. Kadang kita berpikir bahwa kita lihai menangkapnya dan merasa bangga memiliki alat penangkap ikan yang canggih. Sebenarnya, Tuhan lah yang menghendaki ikan-ikan itu menuju alat penangkap ikan meski ada dari ikan-ikan itu yang berusaha meloloskan diri. Tuhanlah yang berkehendak alat itu berfungsi. Seperti halnya ketika kita tersentuh dengan tulisan seseorang. Hal itu, bukan karena siapa yang menulis atau seperti apa bahasa yang digunakan namun karena Tuhan yang berkehendak menyentuh hati kita dengan topik dari tulisan-tulisan itu dan Tuhan sangat tahu, orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Dan sesungguhnya kepada Tuhan mu lah kesudahannya segala sesuatu. Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (An Najm 43)

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al Qashash : 56)

Semua ilmu kebaikan bersumber dari Allah dan Ia memiliki kuasa untuk mengambil ilmunya sewaktu-waktu dari hambaNya. Misal, dengan membuat seorang motivator kecelakaan hingga gagar otak atau amnesia (maaf saya tidak bermaksud mendoakan yang jelek-jelek). Bisa pula Allah memberikan penyakit pada kepalanya yang efeknya mempengaruhi syaraf-syaraf otak sehingga tidak mampu berpikir yang berat-berat. Sesungguhnya, seluruh keyakinan diri kita akan teori dan praktek yang selama ini terbukti berhasil saat kita menerapkannya, seluruh kerja keras kita dan seluruh kepercayaan diri kita tak akan berfungsi bila tanpa kehendakNya.

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Ali 'Imraan 160)

Banyak jalan menuju keberhasilan dan apapun jalan itu, semoga kita tetap bertemu disebuah menara kemenangan tanpa melupakan bahwa SEKERAS APA KITA BERUSAHA, SEBESAR APA KEYAKINAN KITA, PASTI AKAN KALAH DENGAN KEHENDAK TUHAN DAN HAL INI BERLAKU UNTUK SEMUA MAKHLUKNYA dan motivator termasuk didalamnya.

………….. Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (An Nisaa' 139)

Saya rasa, sebenarnya sebuah tulisan yang dianggap bagus tidak mutlak dilihat dari sebuah kata best seller yang terpampang didepan cover atau disebuah rak bookstore, bukan dilihat dari berapa banyak orang yang membaca, siapa saja yang membaca dan telah tersebar dimana saja, namun sebuah buku yang bagus adalah buku yang pesan-pesan positifnya diambil dan diaplikasikan oleh pembacanya. Sesungguhnya semua ilmu, pasangan hidup, jabatan, harta, pujian, cacian, kecantikan dan titipan Allah yang lain untuk kita selama didunia ini merupakan ujian bagi kita.

”Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.” (An Naml : 40)

Semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya berbuat dan berbicara salah. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengutip apa yang dikatakan oleh Nabi Allah Syu'aib a.s., sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur'an:

"........... Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali". (Huud: 88)
Wallahu a’lam bishshawwab. Wassalamualaikum wr wb


Teriring : xgt, kak nunke, kak EA, kak Jalu, kak rio... thanks…


Bumi Allah, 30 April 2008
Best Regards,


c-yakuw
flacheya@gmail.com
http://cheya.blogspot.com

Antara mencintai dan mengagumi

Ketika kamu mencintai seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang tak terlukis
Ketika kamu mengagumi seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang bisa terucap

Ketika kamu mencintai seseorang, masa yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan bahagia yang sama
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan senang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, jauh dilubuk hatimu... sebenarnya kamu menyimpan keinginan memilikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, jauh dilubuk hatimu... sebenarnya kamu menyimpan tanya adakah yang sepertinya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak terluka meski dia tahu cintamu tak harus milikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang seseorang itu menghindarimua agar kamu tak jatuh cinta padanya meski dia tahu rasamu tak selalu berujung cinta atau mungkin dia takut jatuh hati padamu

Ketika kamu mencintai seseorang, air matamu akan berlinang ketika dia meninggalkanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, kecewamu yang mengalir deras ketika dia meninggalkanmu

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa saja tak lagi memikirkannya terlebih ketika kamu mencintai seseorang yang baru
Ketika kamu mengagumi seseorang, meski kamu jatuh cinta berkali-kali dengan orang lain bisa saja kamu tetap menyimpan kekagumanmu dengannya dan kamu pun juga tahu bahwa disepanjang hidupmu belum tentu kamu akan menemukan sosok menakjubkan yang menjadi rasi bintang ketika kamu tersesat

Ketika kamu mencintai seseorang, setiap moment indah itu tak akan terlupakan
Ketika kamu mengagumi seseorang, setiap kata yang meneguhkan itulah yang seringkali kamu ulang dihati dan pikiranmu

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya... dia masih bisa memberikan inspirasi untuk karyamu
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya inspirasi itu bisa saja berkurang namun bisa pula tumbuh dari jiwa yang lain

Ketika kamu mencintai seseorang, sebenarnya kamu ingin hidup bersamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu seringkali ingin berbagi dengannya betapa hidupmu bahagia hidup dengan orang lain yang kamu cintai

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu tak ingin dia sedih dan berusaha menghiburnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak ingin dia sedih namun kadang bingung harus bersikap seperti apa karena takut dia salah mengartikan sikapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, dia bisa menjadi seseorang yang segalanya bagimu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi pintu untuk membuka duniamu yang tersembunyi

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak memerlukan alasan untuk mencintai
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu selalu butuh alasan untuk mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang, hal itu selalu berasal dari hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, hal itu merupakan perpaduan antara hati dan pikiran

Ketika kamu mencintai seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku mencintainya”
Ketika kamu mengagumi seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku ingin sepertinya”

Ketika kamu mencintai seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu bertahan
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu memiliki semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya ”ada” hal-hal yang tak ingin kamu kenang
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya seringkali ada hal-hal yang ingin kamu kenang

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu takut dia mengetahuinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak peduli apa dia tahu atau tidak

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu ingin berjalan disampingnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, menatap jejaknya itu sudah cukup

Ketika kamu mencintai seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik membuat dia bahagia denganmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik agar kamu menjadi seseorang yang menyenangkan baginya




Ketika kamu mencintai seseorang, mungkin kamu pernah berkali-kali jatuh cinta dalam suatu rentang waktu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dalam rentang waktu yang sama belum tentu kamu berkali-kali mengagumi orang lain dengan sudut pandang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang dan bila dia berkorban sesuatu untukmu kamu akan lebih mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dan bila dia berkorban sesuatu untukmu, kamu ingin membalas kebaikannya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang cintamu akan kamu simpan dalam hati dan kamu rela menunggunya selamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kekaguamanmu akan tetap hidup sampai waktu yang kamu sendiri tak mengetahuinya dan kamu tak perlu menunggu untuk kekaguman itu

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu melihat fotonya karena kamu sedang rindu, sebel, mengenang, ingin berbicara dengannya dan alasan lainnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu melihat fotonya seolah-olah dia sedang berbicara padamu untuk memberikanmu semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang dia ingin tahu betapa dia sangat memperhatikanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia akan seringkali terdiam namun sebenarnya dia peduli terhadapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, semua sikapmu dianggap wajar
Ketika kamu mengagumi seseorang, sikapmu kadang dainggap berlebihan

Ketika kamu mencintai seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu menyukainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu ingin tahu apa, bagaimana dan seperti apa jalan dan pandangan baik darinya yang ingin kamu ikuti

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa menemukan getaran hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu temukan hanya cerah tanpa getar seperti kamu mencintai seseorang

Tidak semua orang bisa kamu cintai dan kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu cintai bisa kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu kagumi bisa kamu cintai
Antara mencintai dan mengagmi, keduanya memang terlihat hampir sama namun sebenarnya snagat jauh berbeda

Tidak semua orang mencintai kita dan tidak semua orang mengagumi kita. Yang mencintaimu bisa saja lebih dicintai orang lain dan yang mengagumimu bisa saja lebih dikagumi orang lain. Apapun itu bentuknya, intinya sama bahwa dengan semua itu hidup kita akan terasa lebih bermakna. Kadang dari hal kecil yang kita abaikan merupakan hal besar yang tak ingin dilupakan orang lain disepanjang hidupnya meski kamu telah melupakannya. Mencintai dengan wajar dan mengagumi dengan wajar... kebahagiaan dari dua rasa itu akan unik membawamu dalam hidup penuh warna.

Malang,
22.04.08 / 00.18
c-yakuw - flacheya@gmail.com - http://cheya.blogspot.com

Memperbaiki Kesalahpahaman

Ada kalanya kita punya alasan untuk menyalahkan, kesal dan marah pada orang lain... Dan kadang, orang lain tersebut juga punya alasan y ga jauh berbeda untuk menyalahkan kita. Hal itu sangatlah wajar mengingat manusia adalah makhluk sosial y punya beda persepsi dan tak luput dr khilaf.

Ketika emosi menguasai kita, kita seringkali cenderung merasa diri kita lah y benar dan orang lain y kurang tepat. Bila kita diingatkan saat itu oleh pihak ketiga, kita semakin tidak terima dan berusaha membela diri. Mengapa kita seperti itu? Karena hati kita masih tertutup emosi sehingga pikiran kita masih keruh. Sehalus apa kata-kata dari org y salah paham dengan kita, tetap aja terasa kasar. Mengapa? Karena hati kita sudah terlanjur terluka dan kita belum mau bnr2 introspeksi diri :-). Saya rasa, hampir semua orang pernah merasa seperti itu... Termasuk saya :-)

Dalam saduran buku ON BECOMING A PERSON oleh Carl Rogers, Ia berpendapat bhw;

"Reaksi pertama kita terhadap hampir semua pernyataan y kita dengar dr orang lain adalah EVALUASI/PENILAIAN bukannya PENGERTIAN untuk pernyataan tersebut. Tatkala seseorang mengekspresikan perasaannya,sikap dan keyakinannya,kecenderungan kita adl merasa bhw ITU BENAR atau HAL ITU BODOH, ITU TIDAK NORMAL, ITU TIDAK MASUK AKAL, ITU TIDAK TEPAT ato ITU TIDAK BAGUS. Sangat jarang kita membiarkan diri kita untuk mengerti scr tepat apa arti PERNYATAAN ITU BAGI ORG LAIN"

Menurut saya, bila kita sedang emosi karena kesalahpahaman, lebih baik menenangkan diri dulu. Lebih dekatkan diri dengan Allah, hindari hal-hal y bisa memicu emosi dan mengkaji kembali permasalahan itu. Berpikir segala sesuatu tidak hanya dari sudut pandang kita namun juga sudut pandang orang lain. Cari jalan bagaimana kesalahpahaman itu tidak berlanjut... Akui kesalahan bila kita y salah... Kadang, persepsi kita tidak selalu benar...

Bila pihak y salah paham dengan kita mengeluarkan uneg-uneg nya, biarkan saja dulu... Meski kita juga sedang emosi, tapi kendalikan emosi itu bila kita memang ingin mengakhiri hal y tidak mengenakkan tersebut. Beri respon y positif meski itu SANGAT TIDAK MUDAH... Kalo kita menanggapi dengan mengeluarkan 100% uneg-uneg kita, hal itu akan buang-buang waktu dan energi!!. Mungkin dengan melakukan hal itu kita merasa puas dan menang hingga pihak tersebut tidak bisa berkutik. Tapi, pikir kembali dampak buruk y lain?!!! Ingat, semakin lama luka itu membekas, akan semakin sulit memaafkan dan hubungan y diharapkan bisa lebih dekat, akan justru sebalikna.

Apa untungna pembalasan itu buat kita? Apa menyakiti balik orang lain membuat kita bangga??? Kesalahpahaman itu lebih baik d hindari :-) bukankah msh bnyk hal y lbh penting y hrz kita pikirkan? kalo seandaina itu terjadi, berdiplomasi aja dg sesempurna mungkin y qt bisa... Of course, jgn lp dg memperhatikan hal-hal d atas tadi.

"DIAM BUKAN BERARTI KALAH, BUKAN BERARTI TIDAK PUNYA ALASAN MENGAPA BERSIKAP SEPERTI ITU"

Seorang SAHABAT y sangat berjasa dlm hidup saya... Y saya tlah belajar bnyk darina, pernah berkata pada saya;

"Sakit itu karena kita d kuasai emosi. Emosi ada karena kita bereaksi berlebihan. Aku rasa kamu tahu, masalah apapun... y penting adalah bagaimana reaksi kita. Kita menikmatinya atau kita pusing dgn diri sendiri itu terserah kita. Tapi y pasti, kita bakal melewati fase masalah itu"

Kadang, kita memang d takdirkan melewati suatu jalan dan salah satuna adalah kesalahpahaman kita dg pihak tertentu. So, nikmati aja rasa kesal y ada ketika proses salah paham itu agar rasa kesal y sebenarna tidak nyaman, bisa terasa lebih baik. Smua adalah kehendak Allah dan enjoy dg hal y kita hindari SANGATLAH TIDAK MUDAH. Namun, kita msh punya apa y ada dalam kendali kita "persepsi dr hati dan pikiran" untk lbh blajar dg positif ktk memahami sesuatu.

kepada mereka y pernah mengalami proses salah paham dg saya, maaf yah... Thx dah menginspirasi saya untuk menulis artikel ini dan mengajari saya bnyk hal dg ijinNya... :-)


Batavia, 27/1/08
y msh awam mencari jati diri... Y msh seringkali khilaf... Y msh berusaha menjadi org y mlht cahaya impian sblm dunia melihatna...


Best Regards,


c-yakuw
flacheya@gmail
www.Flacheya.com

Hidup adalah prosEs...

Seorang bayi akan belajar merangkak sebelum berjalan. Tentu saja tak hanya sekali ia terjatuh dan kadang msh membutuhkan org lain y mengenggam tangannya ketika ia belajar. Seperti juga hal nya dengan sepasang kekasih y awalnya sama-sama egois, berjalan dengan waktu mereka bisa saling mengerti satu sama lain. Minimal, ada y menahan keegoisannya ketika y satu berada d puncak keegoisan. Semua itu memang butuh proses!

Kadang, kita menyimpulkan tentang seseorang dari beberapa sudut pandang kita tanpa melupakan bahwa asumsi kita bisa saja berbeda dengan orang lain. Berjalan dengan waktu, kita kurang bijak bila tetap memandang seseorang itu, terus dari beberapa sudut y sama, bukankah perubahan dalam dirinya pasti ada?. Dalam buku Quantum Learning (Bobbi & mike) ada sebuah tulisan y menyatakan bahwa "Setiap orang punya paradigma/aturan untuk mengevaluasi informasi dan menerapkannya dalam hidup kita berdasarkan pada pengalaman hidupnya. Kadang y kita perlukan adalah pergeseran dalam sudut pandang kita." Nah, bila d bulan kemarin kita punya suatu kesimpulan A dan hari ini B, hal itu tidak mutlak d anggap sebagai bentuk plin plan. Semua memang butuh proses, dan kadang harus melewati tahap tertentu.

Ketika kita tidak menyukai orang lain, baik buruknya dia rasanya masih ada cacat. Meski dia berubah, tetap saja asumsi awal itu sulit terhapus. Mengapa?? Karena hati terlanjur terluka. Semua butuh proses, baik untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan, untuk memaafkan ato melupakan hal y telah dan pasti kita alami karena hal itu telah d gariskan. Misalnya aja tentang tunangan kita y menikah dengan orang lain, tentang hp kita y hilang, tentang perlawanan kita terhadap orang tua, tentang provokasi y mungkin pernah kita lakukan atau kita d tuduh korupsi oleh pihak-pihak y tidak menyukai kita. Bila ada y menyakiti atau y kita sakiti meski itu tidak d sengaja ato kita harus melepas sesuatu dan kehilangan, mungkin jalannya memang harus seperti itu dan Tuhan menghendaki hal itu terjadi. Y pasti semua pasti ada hikmahnya. Emang c, untuk memahami hal ini sangatlah tidak mudah. Berjalan dengan waktu, mungkin kalimat itu akan terasa lebih dalam d hati kita.

Kesalahan itu wajar, namun lebih baik bila d hindari. Kita sendiri masih jauh dari sempurna, lantas mengapa kita menuntut orang lain untuk bisa sempurna d mata kita??? Mengapa tidak menghargai orang lain y berusaha untuk berubah???. Sebagai makhluk penuh emosi daripada logika, karakter manusia itu berbeda-beda. Setiap orang memang mempunyai jalan hidup masing-masing... Y memahami, mengerti dan menilai kita juga dengan cara dan prosesnya masing-masing. Kita tidak bisa memaksa kekasih kita untuk memahami kita seperti cara mantan kekasih memahami kita.

Dalam hubungan sosial y lain, untuk mendapatkan simpati, seseorang akan berusaha mempengaruhi orang lain. Misalnya aja dalam pemilu. Nah, y jadi masalah pengaruh itu benar ato hanya bualan? Dan apa akibatna pengaruh itu terhadap orang lain?.

Setiap orang berharap mendapatkan kebahagiaan. Kalo kita benar-benar menginginkan hidup bahagia, pasti tak terbesit dalam hati kita membuat luka dengan sengaja demi perayaan semu. Semua emang butuh proses untuk menemukan keinginan bahagia seperti itu. Kita tidak selalu harus membela diri ato mencari sekutu demi anggapan proses kita itu lebih baik daripada orang lain. Mari kita belajar dari pengalaman Lincoln. Pada tahun 1842, Abraham Lincoln mengejek seorang politikus y suka berkelahi y bernama james shields. Lincoln mengecamnya melalui sepucuk surat tanpa nama y d terbitkan dalam journal springfield. Ketika james tahu y menulis adalah Lincoln, james mengajak Lincoln berduel. Pada menit terakhir, pendukung mereka menyela dan menghentikan duel tersebut. Itu adalah insiden y paling mengerikan dalam hidup Lincoln. Hal itu mengajarinya satu pelajaran tak ternilai harganya dalam seni berhubungan dengan manusia. Sejak saat itu, beliau tak pernah lagi menulis surat y menghina ato mengolok-olok seorangpun. Ny Lincoln dan beberapa orang pernah berbicara kasar mengenai orang selatan dan Lincoln pun menjawab "Jangan mengkritik mereka. Mereka hanya bertindak dengan cara y sama seperti y akan kita lakukan bila berada dalam situasi y sama"

Lincoln y awalnya termasuk pengkritik bisa berpikir bijak seperti itu memang butuh proses. Nabi aja pernah melakukan khilaf, begitupula dengan orang-orang besar y lain, apalagi kita. Semua emang butuh proses untuk meraih apa y telah, akan ato d harapkan bisa kita dapatkan. Y terpenting bukan tentang hasil akhir namun apa kesimpulan dari seluruh perjuangan itu.

Kita manusia y tak luput dari khilaf dan memiliki asumsi y tak selalu sama. Maka, bila kita d pertemukan dengan saran y sekiranya itu baik, janganlah memandang orang y menyampaikannya, akan tetapi lihatlah y d sampaikannya.
Dengan segala kerendahan hati, saya minta maaf bila ada hal y kurang berkenan d hati saudara, karena sesungguhnya saya masih sangat awam, saya masih perlu banyak belajar dalam hidup ini dan saya masih jauh dari dewasa. Namun saya berharap, semoga tulisan ini bisa bermanfaat...
Wassalam


Best Regards,


c-yakuw
www.Flacheya.com
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies