Pagi itu saya merebus air dan ketika menaruh panci ke atas kompor hati saya menganjurkan untuk bikin reminder di hp saya, namun saya mengabaikannya. Sekitar satu setengah jam saya asyik di depan komputer dan ketika saya akan menutup pintu samping, saya terperanjak karena air yang saya rebus tinggal sepertiga dan airnya sudah memutih. Subhanallah… betapa hebatnya Allah yang membuat manusia lupa dan ingat akan sesuatu. Saya lihat, besi disekitar lingkaran api itu agak gosong. Saya bersyukur kejadian itu tidak sampai membuat rumah saya terbakar.
Yah… Otak… begitu kecil dibanding ukuran kepala, namun fungsinya luar biasa. Subhanallah… Sungguh beruntung bila kita bisa titipan Allah tersebut digunakan dijalan yang Ia ridha. Misalnya digunakan untuk bekerja, hafalan ayat-ayat Al Qur’an dsb dan bukannya berpikir untuk berbuat curang, untuk menjatuhkan orang lain, untuk pamer dsb. Ya Allah… ampunilah kami…
“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri” (Ar Ruum [30]:28)
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis” (QS. Al Qamar [54]: 52-53)
“Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Yaasiin [36]:83)
Dilain waktu, rekan kecil saya belajar berhitung dengan jari. Yah… 6 X 8 =48 Dimana jari yang ditekuk dijumlahkan dan yang berdiri dikali. Subhanallah… metode berhitung yang menakjubkan dan itu menjadi salah satu kelebihan jari “memudahkan belajar berhitung”. Dan… bila kita sudah bisa berhitung, hendaknya kita tak hanya pandai menghitung jumlah penghasilan, laba atau total hutang orang lain kepada kita, namun juga sadar akan harta yang dinafkahkan dijalanNya dan berapa berapa pajak yang harus kita bayarkan pada negara? Begitupula dengan tulisan, mungkin kita masih sering sms atau menulis yang tak ada gunanya, bahkan bisa saja tulisan itu menambah dosa kita. Astaghfirullah…
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasiin [36]: 65)
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? ((QS. Yaasiin [36]: 34-35)
Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda.
Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (QS.Al-Qiyaamah [75] : 3-4)
Ketika mendengar anak-anak belajar surat tertentu atau doa kadang saya bertanya, ”kok ada yang berbeda bacaan yang saya hafal dengan yang mereka hafalkan (misal perbedaan bacaan antara huruf yang ada tasydidnya dan tidak). Dari kejadian itu, saya bertanya,”sebenarnya siapa yang kurang tepat, saya? apakah mereka?”
Lalu, saya membuka kembali buku dan melihat bacaan arabnya. Astaghfirullah, kendati bacaan itu hampir tiap hari saya baca, ternyata bacaan saya ada yang kurang sempurna.
Yah... kendati dulu hafal, berjalan dengan waktu meski kelihatan tetap hafal, namun belum tentu benar seutuhnya. Dan, seharusnya, kita menajamkan daya ingat kita dengan membaca buku atau bertanya pada ustadz atau orang yang lebih paham. Seperti halnya ketika belajar bahasa asing yang perlu latihan yang istiqomah, maka belajar tentang agama hendaknya harus lebih istiqomah.
Bila kita ada waktu untuk membaca berita, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk belajar agama? bila kita ada waktu untuk melihat Tv, belajar mata pelajaran atau untuk mengembangkan potensi atau mencari nafkah, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk menghafal surat dan doa-doa? Sudah berapa banyakkah doa dan surat yang kita hafal? Tidak malukah dengan anak SD yang hafal lebih banyak surat daripada kita? Ya Allah semoga kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala titipan dariMu... amin
Sungguh ketika menulis ini diri saya malu akan perbuatan saya selama ini, begitu banyak kesalahan dan kurang bisa memanfaatkan titipanNya dengan baik. Karenanya, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri saya kembali dan semoga bisa bermanfaat pula untuk saudara semua amin…
”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali 'Imran [3]:191)
“Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti” (Ali 'Imraan [3]:193)
“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. An Nuur [24]: 24-25)
Sesungguhnya Taufik dan ilmu kebaikan berasal dari Allah dan manusialah yang seringkali salah. Saya mengutip seperti yang tercantum dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi ayat 24, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ya Allah... semoga jiwa, raga, hati dan langkah kami berada dijalan yang lebih Engkau ridha dan semoga kami mampu serta tidak malu kepadaMu dengan penyesalan kelak, ketika harus mempertanggungjawabkan apa yang kami niatkan dan kami perbuat amin...
Sweet Home, 7 Mei 2009
Best Regards,
c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com
Yah… Otak… begitu kecil dibanding ukuran kepala, namun fungsinya luar biasa. Subhanallah… Sungguh beruntung bila kita bisa titipan Allah tersebut digunakan dijalan yang Ia ridha. Misalnya digunakan untuk bekerja, hafalan ayat-ayat Al Qur’an dsb dan bukannya berpikir untuk berbuat curang, untuk menjatuhkan orang lain, untuk pamer dsb. Ya Allah… ampunilah kami…
“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri” (Ar Ruum [30]:28)
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis” (QS. Al Qamar [54]: 52-53)
“Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Yaasiin [36]:83)
Dilain waktu, rekan kecil saya belajar berhitung dengan jari. Yah… 6 X 8 =48 Dimana jari yang ditekuk dijumlahkan dan yang berdiri dikali. Subhanallah… metode berhitung yang menakjubkan dan itu menjadi salah satu kelebihan jari “memudahkan belajar berhitung”. Dan… bila kita sudah bisa berhitung, hendaknya kita tak hanya pandai menghitung jumlah penghasilan, laba atau total hutang orang lain kepada kita, namun juga sadar akan harta yang dinafkahkan dijalanNya dan berapa berapa pajak yang harus kita bayarkan pada negara? Begitupula dengan tulisan, mungkin kita masih sering sms atau menulis yang tak ada gunanya, bahkan bisa saja tulisan itu menambah dosa kita. Astaghfirullah…
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasiin [36]: 65)
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? ((QS. Yaasiin [36]: 34-35)
Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda.
Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (QS.Al-Qiyaamah [75] : 3-4)
Ketika mendengar anak-anak belajar surat tertentu atau doa kadang saya bertanya, ”kok ada yang berbeda bacaan yang saya hafal dengan yang mereka hafalkan (misal perbedaan bacaan antara huruf yang ada tasydidnya dan tidak). Dari kejadian itu, saya bertanya,”sebenarnya siapa yang kurang tepat, saya? apakah mereka?”
Lalu, saya membuka kembali buku dan melihat bacaan arabnya. Astaghfirullah, kendati bacaan itu hampir tiap hari saya baca, ternyata bacaan saya ada yang kurang sempurna.
Yah... kendati dulu hafal, berjalan dengan waktu meski kelihatan tetap hafal, namun belum tentu benar seutuhnya. Dan, seharusnya, kita menajamkan daya ingat kita dengan membaca buku atau bertanya pada ustadz atau orang yang lebih paham. Seperti halnya ketika belajar bahasa asing yang perlu latihan yang istiqomah, maka belajar tentang agama hendaknya harus lebih istiqomah.
Bila kita ada waktu untuk membaca berita, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk belajar agama? bila kita ada waktu untuk melihat Tv, belajar mata pelajaran atau untuk mengembangkan potensi atau mencari nafkah, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk menghafal surat dan doa-doa? Sudah berapa banyakkah doa dan surat yang kita hafal? Tidak malukah dengan anak SD yang hafal lebih banyak surat daripada kita? Ya Allah semoga kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala titipan dariMu... amin
Sungguh ketika menulis ini diri saya malu akan perbuatan saya selama ini, begitu banyak kesalahan dan kurang bisa memanfaatkan titipanNya dengan baik. Karenanya, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri saya kembali dan semoga bisa bermanfaat pula untuk saudara semua amin…
”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali 'Imran [3]:191)
“Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti” (Ali 'Imraan [3]:193)
“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. An Nuur [24]: 24-25)
Sesungguhnya Taufik dan ilmu kebaikan berasal dari Allah dan manusialah yang seringkali salah. Saya mengutip seperti yang tercantum dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi ayat 24, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ya Allah... semoga jiwa, raga, hati dan langkah kami berada dijalan yang lebih Engkau ridha dan semoga kami mampu serta tidak malu kepadaMu dengan penyesalan kelak, ketika harus mempertanggungjawabkan apa yang kami niatkan dan kami perbuat amin...
Sweet Home, 7 Mei 2009
Best Regards,
c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com
0 comments:
Post a Comment