cHeYa
this site the web

Recent Photos

image
image
image

Rasa Itu Tak Selalu Sama...

Jangan berekspektasi atau menuntut orang lain memiliki energi, semangat, dan tingkat kepedulian yang sama denganmu. Tidak semua orang memandang sesuatu dengan cara yang sama. Terkadang, bahkan cinta kepada sebuah kebaikan pun bisa bertepuk sebelah tangan.

Pada dasarnya, manusia mencintai kebaikan. Namun, ada pula yang tidak menyukai kebaikan karena hasad. Bukan karena mereka tidak mampu berbuat baik, tetapi karena tidak suka melihat orang lain bersinar.

Maka, termasuk nikmat yang besar jika Allah menjaga hati antum/antunna dari rasa iri dan hasad terhadap apa yang dikerjakan atau diraih orang lain. Sebab, hasad adalah penyakit hati yang menyiksa pemiliknya, bahkan tanpa harus bertemu dengan orang yang dihasadinya. Na'udzubillahi min dzalik.

(Nzy Ummu Felnora)

https://whatsapp.com/channel/0029VbBeqDu4yltXffvD9C0H


Tulisan Masa Lalu

Pagi itu saya merebus air dan ketika menaruh panci ke atas kompor hati saya menganjurkan untuk bikin reminder di hp saya, namun saya mengabaikannya. Sekitar satu setengah jam saya asyik di depan komputer dan ketika saya akan menutup pintu samping, saya terperanjak karena air yang saya rebus tinggal sepertiga dan airnya sudah memutih. Subhanallah… betapa hebatnya Allah yang membuat manusia lupa dan ingat akan sesuatu. Saya lihat, besi disekitar lingkaran api itu agak gosong. Saya bersyukur kejadian itu tidak sampai membuat rumah saya terbakar.

Yah… Otak… begitu kecil dibanding ukuran kepala, namun fungsinya luar biasa. Subhanallah… Sungguh beruntung bila kita bisa titipan Allah tersebut digunakan dijalan yang Ia ridha. Misalnya digunakan untuk bekerja, hafalan ayat-ayat Al Qur’an dsb dan bukannya berpikir untuk berbuat curang, untuk menjatuhkan orang lain, untuk pamer dsb. Ya Allah… ampunilah kami…

“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri” (Ar Ruum [30]:28)

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis” (QS. Al Qamar [54]: 52-53)

“Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Yaasiin [36]:83)

Dilain waktu, rekan kecil saya belajar berhitung dengan jari. Yah… 6 X 8 =48 Dimana jari yang ditekuk dijumlahkan dan yang berdiri dikali. Subhanallah… metode berhitung yang menakjubkan dan itu menjadi salah satu kelebihan jari “memudahkan belajar berhitung”. Dan… bila kita sudah bisa berhitung, hendaknya kita tak hanya pandai menghitung jumlah penghasilan, laba atau total hutang orang lain kepada kita, namun juga sadar akan harta yang dinafkahkan dijalanNya dan berapa berapa pajak yang harus kita bayarkan pada negara? Begitupula dengan tulisan, mungkin kita masih sering sms atau menulis yang tak ada gunanya, bahkan bisa saja tulisan itu menambah dosa kita. Astaghfirullah…

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasiin [36]: 65)

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? ((QS. Yaasiin [36]: 34-35)

Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda.

Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (QS.Al-Qiyaamah [75] : 3-4)

Ketika mendengar anak-anak belajar surat tertentu atau doa kadang saya bertanya, ”kok ada yang berbeda bacaan yang saya hafal dengan yang mereka hafalkan (misal perbedaan bacaan antara huruf yang ada tasydidnya dan tidak). Dari kejadian itu, saya bertanya,”sebenarnya siapa yang kurang tepat, saya? apakah mereka?”

Lalu, saya membuka kembali buku dan melihat bacaan arabnya. Astaghfirullah, kendati bacaan itu hampir tiap hari saya baca, ternyata bacaan saya ada yang kurang sempurna.

Yah... kendati dulu hafal, berjalan dengan waktu meski kelihatan tetap hafal, namun belum tentu benar seutuhnya. Dan, seharusnya, kita menajamkan daya ingat kita dengan membaca buku atau bertanya pada ustadz atau orang yang lebih paham. Seperti halnya ketika belajar bahasa asing yang perlu latihan yang istiqomah, maka belajar tentang agama hendaknya harus lebih istiqomah.

Bila kita ada waktu untuk membaca berita, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk belajar agama? bila kita ada waktu untuk melihat Tv, belajar mata pelajaran atau untuk mengembangkan potensi atau mencari nafkah, mengapa kita tidak menyempatkan diri untuk menghafal surat dan doa-doa? Sudah berapa banyakkah doa dan surat yang kita hafal? Tidak malukah dengan anak SD yang hafal lebih banyak surat daripada kita? Ya Allah semoga kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala titipan dariMu... amin

Sungguh ketika menulis ini diri saya malu akan perbuatan saya selama ini, begitu banyak kesalahan dan kurang bisa memanfaatkan titipanNya dengan baik. Karenanya, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri saya kembali dan semoga bisa bermanfaat pula untuk saudara semua amin…

”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali 'Imran [3]:191)

“Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti” (Ali 'Imraan [3]:193)

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. An Nuur [24]: 24-25)

Sesungguhnya Taufik dan ilmu kebaikan berasal dari Allah dan manusialah yang seringkali salah. Saya mengutip seperti yang tercantum dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi ayat 24, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ya Allah... semoga jiwa, raga, hati dan langkah kami berada dijalan yang lebih Engkau ridha dan semoga kami mampu serta tidak malu kepadaMu dengan penyesalan kelak, ketika harus mempertanggungjawabkan apa yang kami niatkan dan kami perbuat amin...

Sweet Home, 7 Mei 2009
Best Regards,


c-yakuw
http://cheya.blogspot.com
flacheya@gmail.com

Hello World, I'm Back ;)

Bismillah... Setelah sekian lama vacum ngeblog dan tragedi wa habis instal ulang dari awal sehingga tulisan disalurkan sebagian ikut hilang... Akhirnya berpikir untuk pindahin content saluran ke blog... :) Semoga Allah mudahkan.... 

Orang beriman itu bahagia

Orang Beriman Itu Bahagia
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷🌷

Orang beriman itu bahagia..
Ia memiliki sesuatu yang paling berharga...
Yakni keimanan kepada Allah...kepada Rasul...

Orang beriman itu bahagia
Bahagia saat di uji...
Ia tahu ada nikmat dalam ujian itu
Jika Allah mencintai seorang hamba,
Allah memberinya ujian...
Pahala yang besar untuk ujian yang berat...
Pahala tiada batas bagi mereka yang bersabar...
Dan dosa-dosa yang bisa gugur saat kita merasakan sakit

_“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.” (Az Zumar: 10)_

Allah juga berfirman:

_“Sesungguhnya Kami akan memberikan cobaan sedikit kepadamu semua seperti ketakutan, ketaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, kemudian sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah: 155)_

_"Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. ” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani)_

_" *Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka*. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka. ” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)._

◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
Orang beriman itu bahagia...
Bahagia saat di beri kesenangan...
Ia bersyukur atas karuniaNya
Dan semakin bersyukur Allah menambah nikmatNya...

_“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian. ” (QS. Ibrahim: 7)_

◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
Orang beriman itu bahagia...
Ia bahagia karena Allah Maha penerima taubat...
Ia segera kembali kepada Allah setelah ia bermaksiat...
Ia bahagia karena Allah memberikan kesempatan kepadanya untuk bertaubat...
Ia bahagia karena kesalahannya bisa Allah ganti dengan kebaikan jika Allah  menghendaki...
Ia bahagia...karena ia bisa menangis dan berusaha untuk lebih dekat dengan Allah...

_“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya .” (QS. Al Furqon: 68-71)_

ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁَﻟَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” (Ayat di surah Ar Rahman)

🖋 Nusaibah Ziyan

Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●

 Mungkin di antara kita pernah dan masih cenderung fast respon untuk urusan dunia daripada akhirat. Semoga Allah berikan kepada  kita hidayah dan keistiqomahan agar kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam kebaikan.

Mungkin kita pun dulu pernah, di ajak taklim banyak sekali alasan namun jika di ajak jalan-jalan semangat sekali. Mungkin, jika kita tahu saat itu nikmatnya berada di majelis ilmu, mungkin sikap kita akan berbeda.
Dan bisa jadi... kita sudah sering diberi sinyal untuk menghampiri hidayah namun malah kita abaikan.

Terkadang... untuk mencari ilmu banyak alasan... capek lah... jauh lah... sibuk lah... *Emang yang hadir di majelis ilmu orang-orang pengangguran???*

Dan kadang untuk ilmu kajian dari internetpun berusaha ditolak atau jarang di download... alias di scroll doang or clear chat....
dengan alasan KUOTA... padahal... untuk ngliat film... atau download musik semangat dan ada waktu...

Jika kita masih demikian... maka... mari kita muhasabah diri kita... mengapa ada penolakan terhadap kebaikan...?

 Medsos dan gadget ibarat pisau. Ia bisa bermanfaat dan bisa menjadi mudharat. Dan bisa jadi kita sudah, pernah atau masih terkena fitnahnya.

Maka... jika kita sudah paham hakikat dunia ini, kita harus senantiasa berupaya memaksimalkan fasilitas yang telah Allah  mudahkan untuk beramal shaleh.

 Mengenai group whatsapp perlu sekali kita pertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Ingat ya... semua akan dihisab...

Perhatikan group-group yang kita ikuti...
Apakah ada ikhtilat di dalamnya?
Apakah pembicaraannya sesuai adab?
Apakah ada ghibah?
Apakah bisa membuat orang CLBK dan terlibat hubungan yang tidak dibenarkan?
Ataukah mudharat dari foto atau video yang mungkin dishare di group tersebut?

Komunitas yang lebih banyak membicarakan urusan dunia dan sedikit membicarakan perkara akhirat serta yang membawa banyak kemudharatan baiknya ditinggalkan saja...
Daripada... kita jadi ikut-ikutan banyak "ngobrol atau bercanda" yang tidak jelas.

Dan terkadang digroup tertentu itu ada becandaan-becandaan yang tidak sesuai porsinya.

Perlu di ingat ya... bercanda dengan dusta untuk membuat orang tertawa itu tidaklah boleh. Walau itu berupa meme... maupun berupa text atau video.

Mengenai meme... pernahkah kita berpikir jika orang di foto tersebut menggugat kita kelak di akhirat?? Bagaimana cara kita meminta maaf kepadanya saat masih di dunia? Bagaimana jika ia tokoh terkenal diluar negri yang sudah kita "dzolimi" ?

Jika kita bertanya kepada mereka yang masih bertahan di group-group semacam itu..  mungkin jawabannya....

_"ini kan baik... ana dapat info A B C D dst..."_

Na'am bisa jadi... namun perhatikan pula mudharat yang di dapat dan bagaimana waktu habis begitu saja... dalam waktu-waktu itu seharusnya bisa di gunakan untuk memperbanyak amal timbangan kebaikan dan bukan melakukan hal keburukan... atau yang  mubah atau hal-hal yang sedikit pahalanya. Waktu terus jalan nih... sampai kapan terus bermain-main?

Ingat pula perkataan Hasan bin Sholeh rahimahullah :

_“Sungguh bisa saja setan membukakan 99 pintu kebaikan untuk seorang hamba, dengannya dia menginginkan satu pintu keburukan untuknya” ( Talbis Iblis , Ibnul Jauzi, hal: 37)._

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

Boleh gunakan medsos asal.... bermanfaat  untuk dunia dan akhiratmu...

Jadi... bukan berarti menyambung komunikasi seperti komunitas alumni  tidak boleh... jika *sesuai syariat...no ikhtilat* dan yang dibahas juga berfaedah silahkan. Cuma jika isinya justru membawa mudharat... bercanda-cabda tidak jelas... lalu buat apa????

Jika kita ingatkan saat ada kemungkaran disitu, belum tentu  semua menerima... jika kita diamkan bukankah itu juga tidak baik? Tidakkah takut datang azab Allah saat kita membiarkan ada kemaksiatan? Dimanapun kita harus berusaha amar ma'ruf nahi munkar semampu kita.

Silahkan muhasabah masing2....

Remind again...
SEMUA AKAN DI HISAB...

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir ” (QS. Qaaf: 16-18).

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Yang dicatat adalah setiap perkataan yang baik atau buruk. Sampai pula perkataan “aku makan, aku minum, aku pergi, aku datang, sampai aku melihat, semuanya dicatat. Ketika hari Kamis, perkataan dan amalan tersebut akan dihadapkan kepada Allah” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 187).

Dalam hadits Al Husain bin ‘Ali disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﻗِﻠَّﺔَ ﺍﻟْﻜَﻼَﻡِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah mengurangi berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat ” (HR. Ahmad 1: 201. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan adanya syawahid –penguat-).

Abu Ishaq Al Khowwash berkata,

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ ﺛﻼﺛﺔ ﻭﻳﺒﻐﺾ ﺛﻼﺛﺔ ، ﻓﺄﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﺤﺐ : ﻓﻘﻠﺔ ﺍﻷﻛﻞ ، ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻨﻮﻡ ، ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻜﻼﻡ ، ﻭﺃﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﺒﻐﺾ : ﻓﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﻜﻼﻡ ، ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻷﻛﻞ ، ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻨﻮﻡ
“Sesungguhnya Allah mencintai tiga hal dan membenci tiga hal. Perkara yang dicintai adalah sedikit makan, sedikit tidur dan sedikit bicara. Sedangkan perkara yang dibenci adalah banyak bicara, banyak makan dan banyak tidur” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5: 48).

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

ﻣﻦ ﻋﺪَّ ﻛﻼﻣﻪ ﻣﻦ ﻋﻤﻠﻪ ، ﻗﻞَّ ﻛﻼﻣُﻪ ﺇﻻ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻌﻨﻴﻪ

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Ibnu Rajab berkata, “Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 295).

*“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik .*”
(HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih.

Semoga sedikit pengingat ini bermanfaat untuk ana dan antum. Sesungguhnya pertolongan itu dari Allah...

Barakallahufikum...

 Nusaibah Ziyan (Nzy) 

Kematian

:::Kematian:::
◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎

KEMATIAN ITU FASE YANG PASTI KITA LEWATI.....
INGATLAH BAHWA
1 HARI DI AKHIRAT : 1000 TAHUN DI DUNIA

LALU HAL BODOH APA YANG MEMBUAT KITA MENYIANYIAKAN WAKTU???
SURGA NERAKA BUKANLAH DONGENG.... NAMUN REALITA...
MAKA TIDAKKAH KITA MAU BERPIKIR?
MAKA TIDAKKAH KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMPERSIAPKAN PERJUMPAAN DENGAN ALLAH?
TIDAKKAH KITA INGIN MELIHAT WAJAH ALLAH DI SURGA
DAN BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG SHALIH?

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ

_“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. ” (QS. Ali Imran: 185)_

_“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan .” (QS. Jumu’ah: 8)_

_“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. ” (QS. An Nisa’: 78)_

_Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya. ” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas. ” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani)_

SELAGI DI DUNIA... KEMBALILAH MENDEKAT KEPADA ALLAH....
ALLAH MAHA PENERIMA TAUBAT....

Beberapa orang saat mengetahui ilmu.... ia menjadi takut... mungkin akan bertanya-tanya...
*Apa benar seperti itu????*
*Apa yang aku lakukan selama ini salah?*
*Ya Allah banyak sekali dosaku*
*Lalu apa yang dilakukan mayoritas manusia itu salah?*
*Namun dalilnya jelas bahwa itu tidak boleh....*
*Setelah tahu ilmu mengapa aku jadi takut ya???*
Dst....

Ya... hati jadi berkecamuk...
Hati bisa sedih dengan kemaksiatan yang telah atau masih kita lakukan atau yang terjadi di keluarga kita.

Bisa jadi perasaan itu pertanda awal kebaikan.... membuat kita jadi mau berpikir dan mau mencari kebenaran....
Serta lebih memperhatikan dalil.
Karena, kita memang harus berpegang teguh dengan Al Qur'an dan as sunnah....

Perasaan takut itu... harusnya membuat kita semakin dekat dengan Allah
Membuat kita jadi ingin berubah dan ingin orang-orang disekitar kitapun juga mendapat hidayah.

Ingatkan dengan kisah salman al farisi yang ingin mencari tahu akan kebenaran?

Maka... selagi di dunia janganlah berhenti belajar.
MINTA TERUSSS HIDAYAH KEPADA ALLAH

Ingatlah bahwa yang terjadi....
Yang engkau temui...
Yang engkau baca...
Yang engkau lihat dan dengarkan...
Bukanlah suatu kebetulan...
Jika kita mendengar suatu nasehat, bisa jadi itu hidayah yang datang kepada kita....
Bisa jadi itu peringatan dari Allah...
Maka janganlah lari dari hal-hal yang sesungguhnya baik untukmu...
Janganlah lari dari majelis-majelis ilmu...

Minta sama Allah agar ditambahkan rasa takutmu kepadaNya
Minta sama Allah agar ditambahkan rasa cintamu kepadaNya

Dan, jika ada teman atau kerabat yang ada disekitarmu dan mengingatkanmu  akan kebaikan *dengan ahsan*  maka itu juga termasuk rizki....
Maka jangan fokus dengan kekurangannya, namun pada kebenaran yang ia sampaikan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah.

Berikut ciri-ciri, orang-orang yang Allah inginkan kebaikan bagi mereka :

1. *Dijadikan ia senantiasa beramal sholih sebelum kematian menjelang*

Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“ Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “ Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ *Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya*.”(HR Ahmad)

Ingat ajal tidak tahu kapan datangnya. Bisa jadi ajal kita bulan depan.

2. *Dipercepat sanksinya di dunia*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menahan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sampai Allah membalasnya (dengan sempurna) pada hari Kiamat. ” (HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik)

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.

3. *Diberikan cobaan*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah*” (HR. Al-Bukhari).

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. *Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar* ” (QS. Al Baqarah: 155)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa* .” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Jika di uji terus ya berusaha untuk bersabarrrrrrrr....... ingatlah akan banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

4. *Dijadikan faham terhadap agama Islam*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ *Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).*” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan hadits didasari dengan kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan hadits dengan benar.

5. *Diberikan kesabaran*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

“ Tidaklah diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidaklah diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. ” (QS. Fushshilat: 35)

Semoga Allah memudahkan kita untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya.

✏ Nusaibah Ziyan (Nzy Ummu Felnora) 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

_"......Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali."(Qs. Hud : 88)_

Referensi : Muslimah.or.id


Jangan rendahkan mereka

Jangan merendahkan mereka
Yang saat ini masih bermaksiat
(ghibah)
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

Allah Maha Penerima taubat. Jika ada orang disekitarmu yang belum istiqomah atau masih berbuat kemaksiatan maka janganlah mencaci maki/ merendahkannya / engkau meremehkannya.
Koreksi saja dirimu....
Jika ada sesuatu tidak usah merasa
"wah cocok nih untuk fulan... untuk fulanah... dia kan begini dan begitu...."
Atau...
Wah dia ini tidak berakhlak... padahal udah ngaji... kemana saja ilmunya bla bla bla...
Ikhwani dan akhwaty ingatlah bahwa dalam mengamalkan ilmu kita ini butuh hidayah....
Dan mendoakan mereka jauh lebih baik dari kita mencela mereka....(walau itu memang kenyataan)
Maksudnya "tidak usah merasa" di atas adalah agar kita lebih fokus untuk muhasabah  diri daripada fokus kepada kesalahan orang lain.

Ingat ya dosa ghibah...
Hati2 transfer pahala... transfer dosa di akhirat...

Subhanallah....
Ingat dengan dosa-dosamu... dengan kekurangan-kekurangan yang ada padamu...

Bisa jadi Allah menerima taubatnya, Allah mengganti dosanya dengan kebaikan dan Ia menangis diam-diam karena Allah... sementara dirimu jadi ujub karena amalanmu...

Maka seharusnya yang engkau lakukan adalah mendoakannya, memberikan support agar ia kembali kepada Allah dan bukannya justru membuat ia jauh darimu akibat perkataanmu atau jadi menjauh dari jalan Allah.

Jika ia belum istiqomah dan belum berakhlak baik, hargailah prosesnya. Sekelas ustadzpun juga memiliki kekurangan apalagi sekelas penuntut ilmu. Maka berikan banyak uzur untuk saudaramu yang khilaf...

Ingatlah hidayah milik Allah. Antara diri kita dan orang yang saat ini bermaksiat,  kita tidak tahu akhir hidup seperti apa. (Apakah kita menjamin diri kita pasti husnul khotimah?) dan kita tidak tahu kedudukan kita kelak di akhirat seperti apa....

Jadi... tidak usah memandang rendah orang lain.
Bisa jadi ia memiliki amalan tersembunyi yang engkau tidak ketahui...
Dan ia istiqomah dengannya...

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, sifat merendahkan orang lain dan sifat- sifat yang bisa menjerumuskan kita pada keburukan.

✏ Nusaibah Ziyan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

اَللَّهُمَّ أَهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ اْلأَعْمَالِ، وَأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ، لاَ يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئِ اْلأَعْمَالِ، وَسَيِّئِ اْلأَخْلاَقِ، لاَ يَقِي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau
(HR. An Nasa'i)

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻨَﺎ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﺫُﻧُﻮﺑَﻨَﺎ ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

_Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"_ (Qs. Ali Imran : 16)

※※※●➖➖¤❅❀❦❦❀❅¤➖➖●※※※
Dan 

Jalan dakwah itu indah

※※※※※※※※※※※※※※※※
  Jalan Dakwah Itu Indah
※※※※※※※※※※※※※※※※※

Jalan dakwah kadang terasa terjal... dan sakit...
Mungkin akan banyak yang mencelamu, menjauhimu atau menolak kehadiranmu...
Namun sesungguhnya jalan itu terasa indah jika niatmu karena Allah...
Jika engkau masih memikirkan pandangan manusia, koreksi hatimu...
Apakah niatmu seluruhnya untuk Allah?

Ingatlah bahwa dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam juga mengalami penolakan...
Dan diperlakukan tidak baik oleh kaum kafir quraisy

Jika kita hidup di masa itu, apakah kita akan ada di barisan para sahabat??? Ataukah kita diam...takut di boikot oleh mayoritas manusia... atau ikut memusuhi dakwah beliau shallallahu alaihi wassalam?
Lalu jika di jaman ini...
Dimanakah keberadaan kita dalam dakwah ini???

DAN JIKA ADA YANG TIDAK MENYUKAIMU... ITU WAJAR...
Sebaik para anbiya saja juga ada yang tidak menyukai...

Jangan mencari posisimu di hadapan para manusia,
Namun bagaimanakah pandangan Allah terhadapmu? Cukuplah Allah yang menjadi tujuanmu...
Mereka berpikir a b c biar saja... Allah lebih tahu isi hatimu...

Semoga sebelum kita wafat, kita disibukkan oleh Allah untuk banyak-banyak beramal shalih dan kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah...

Tdk perlu berkecil hati dengan sedikitnya orang yang bersamamu...
Hasbunallah wa ni'mal wakil
Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung

Kita punya ALLAH...
Hasil nanti seperti apa... itu juga terjadi karena kehendak Allah...
Dunia ini tempat ujian saudaraku...
wajar jika kita bahagia...
wajar jika kita menangis jua...

Jangan patah semangat...
Jangan putus asa...
Luruskan niat karena Allah...
Untuk menolong agamaNya...

Dan jika engkau berhenti di jalan dakwah ini...
Masih banyak insan baik yang berjuang untukNya...

DUNIA BUKAN TEMPAT ISTIRAHAT YANG SESUNGGUHNYA...
NAMUN TEMPAT BERAMAL...
BARANGSIAPA BERAMAL BAIK AKAN MENDAPAT BALASAN....
BARANGSIAPA BERAMAL BURUK AKAN MENDAPAT BALASAN PULA

Dakwah itu tugas setiap muslim
Dan ambilah peranmu sesuai dengan kemampuanmu...
Berikan performa terbaikmu...
Baik dengan harta, jiwa dan raga...
Jangan lewatkan peluang-peluang yang dimudahkan Allah ada di hadapanmu...
Sesungguhnya...
engkau yang butuh berada
di jalan dakwah yang indah itu

 Nusaibah Ziyan

# self reminder

Jangan Menuai Dosa Dari Ujian Orang Lain

🌷●●●●●●●●●●●●●●
Jangan Menuai Dosa
Dari Ujian Orang Lain
●●●●●●●●●●●●●●●🌷

Mungkin ada yang berpikir... bisa gitu ya kita ikutan dosa saat orang lain di uji? Na'am...
Kalau kita ghibah... berprasangka... dan tergesa-gesa berikan judgement baik sesuai kenyataan maupun yang tidak sesuai kenyataan.

Dari 10 masalah orang, mungkin yang antum ketahui cuma 2. Namun terkadang kita ini sibukkkkkk membahasnya. Yang dibicarakan jadi "artis" dadakan. Hati-hati ya peluang transfer pahala dan transfer dosa. Kita capek-capek beramal shaleh, egh pindah pahala kita ke orang yang kita dzolimi/ghibah.
Padahal kita tidak tahu amal kita yang diterima Allah sudah berapa?
Padahal kita tidak tahu amalan kita yang tercampur riya' atau yang jadi hilang...

Ujian adalah salah satu cara Allah menunjukkan cinta kepada hambaNya.
Ujian itu bukan selalu pertanda itu bentuk kebencian dari Allah...
Coba bayangkan dengan pahala kesabaran, dengan dosa-dosa yang hilang dengan izin Allah... dengan dosa yang bisa diganti dengan kebaikan oleh Allah. Masya Allah... segala puji bagi Allah yang begitu pemurah dan Allah Maha Baik.

_“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." (QS. Al Furqon: 70-71)_

Dan ingatlah akan hadits mengenai ahlu musibah dan ahlu afiyah. Ahlu afiyah kelak iri dengan ahlu musibah.

Jika kita di uji pun maka muhasabah juga diperlukan.
Namun terkadang manusia itu ada yang memandang rendah orang yang sedang di uji...
Setelah ngaji harusnya lebih banyak berikan uzur kepada saudara seiman... harusnya lebih berbaik sangka dan meninggalkan pembicaraan atau perbuatan yang tidak berfaedah. Namun itulah manusia yang bisa khilaf.

Jika diri kita menyadari manusia bisa khilaf maka, orang-orang disekitar kita juga bisa khilaf.

Ikhwani dan akhwaty...
Jangan merasa dirimu lebih baik dihadapan Allah daripada orang lain... Subhanallah... engkau tidak tahu kelak kedudukanmu di akhirat... surga atau neraka...
Hati itu milik Allah.
Bisa jadi yang saat ini bermaksiat menurutmu kelak ia meninggalnya husnul khotimah. Allah kehendaki ia bertaubat dan beramal shalih  sebelum ia meninggal.

Maka... JANGAN TERTIPU DENGAN AMALMU... DAN JANGAN ANGGAP ORANG LAIN, ISI HATI DAN PIKIRANNYA SELALU SAMA SEPERTI DIRIMU... BISA JADI IA PUNYA ALASAN YANG TIDAK ENGKAU KETAHUI.

Ikhwani... dan akhwaty..
Bukankah orang beriman itu akan di uji? Bukankah semakin berat ujian itu juga peluang "lahan" mendapat pahala yang lebih besar? Dan orang manusia akan di uji selama di dunia.

Jadi jika punya masalah ITU WAJAR.... yang tidak wajar adalah.... jika reaksi kita berlebihan atas ujian yang menimpa orang lain.
Mungkin kita sibukkkk ngomongin fulan dan fulan atau kelompok tertentu. Hati-hati dengan lisan dan prasangka.

_“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Ankabut : 2–3 )_

_"Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Tirmidzi)._

Allah letakkan kesempitan dihati orang beriman mungkin agar manusia itu segera mengingat ALLAH.
Namun mirisss jika ada orang-orang yang menganggap rendah orang yang sedang diuji dan merasa dirinya lebih baik. Allahul musta'an.

Bukankah para anbiya juga di uji?? Dan kadar ujian atau lama ujian tiap orang dengan kasus yang sama itu berbeda-beda. Dan tidak perlu bandingkan diri dengan masalah orang lain. Atau menganggap rendah proses hijrah orang lain.

_"Dari Mus’ab dari Sa’ad dari bapaknya berkata, aku berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?” Kata beliau: “Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka. Dan seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (keimanannya). Apabila diennya kokoh, maka berat pula ujian yang dirasakannya; kalau diennya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar diennya. Dan seseorang akan senantiasa ditimpa ujian demi ujian hingga dia dilepaskan berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” [HR. At-Tirmidzi no.2398, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani, tahqiq Ahmad Muhammad Syakir]_

Dan beda kasus bisa beda kondisinya maka proses perubahannnya pun bisa beda antara orang satu dengan yang lainnya. Dan ingatlah sifat manusia itu bermacam-macam. *Namun masalah apapun yang dihadapi... kembalilah kepada Allah azza  wa jalla*
Ujian sakit misalnya... kapankah disembuhkan Allah? Itu terserah Allah. Manusia hendaknya terus doa dan ikhtiyar.

Mungkin ada yang berpikir dosa dia apa sih kok di uji sakit terus menerus?
Orang sibuk menghisab dosa orang lain. Mungkin disaat ALLAH ingin  membersihkan dosa orang lain, kita justru sibuk merendahkan orang lain. Dan kadang komen ini riya atau ini ga ikhlas atau ini kok gitu sih...kan dia dah paham bla bla bla....
Allahul musta'an... hati-hati dengan bibit-bibit kesombongan.

Ingatlah akan sebuah kisah dimana beliau berkomentar tentang riya terhadap orang yang sedang menangis dimasjid. Lalu setelah itu beliau sulit menangis sekitar sebulan saat menghadap Allah. Lalu beliaupun muhasabah dan meminta maaf.

Coba perhatikan... ambil ibrahnya... jangan menerka-nerka perbuatan atau isi hati orang lain. Apalagi cuma lihat dari status medsosnya. Status medsos belum tentu curahan perasaan yang punya akun.

Jadi tidak perlu baper dan mengkaitkan dengan yang sedang dihadapinya. Bisa saja dia hanya suka "quote" nya atau untuk self reminder.
Jadi tidak perlu juga merasa tersindir akan status medsos orang lain. Bisa jadi dia menasehati dirinya sendiri atau mengingatkan agar tidak berbuat hal yang tidak nyaman kepada orang lain.

Sekali lagi ingin ana ingatkan kepada diri ana dan kita semua bahwa.... JANGAN RAJIN MENILAI HATI dan PERILAKU ORANG LAIN...

Dan bukan tugas kita untuk menghisab kesalahan orang lain...Hati-hati pula dengan bisikan syaitan yang membuat kita jadi meninggalkan peluang amal di hadapan kita...

Terkadang manusia tidak perlu berkata aku sudah berubah.
Orang lain kadang tidak perlu itu. Tapi buktikan sama Allah.
Allah lebih tahu beratnya ujianmu dan bagaimana perjuanganmu. Dan jadilah dirimu sendiri... bukan menjadi manusia penuh pencitraan.....

🖊 Nusaibah Ziyan

~~~~~~~~~~~~~~~~
#reminderforus

PERIKSA HATI DAN WAKTUMU

🌷※※※※※※※※※※※
PERIKSA HATI
DAN WAKTUMU
※※※※※※※※※※※※※🌷

Bismillah...
Setiap yang kita baca... atau alami... bukanlah kebetulan...
Semua karena kehendak Allah azza  wa jalla.
Bisa jadi itu petunjuk atau peringatan dari Allah bagi diri dan orang lain. Maka... perhatikanlah hal itu dengan seksama.
Dan hal yang mungkin diri kita lalai adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ

_“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ”_ (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

_“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik_ .” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Maka... jika waktu tidak di isi dengan beramal shaleh alangkah ruginya...
Dan jika di isi dengan hal2 yang justru menambah dosa maka itu bisa membahayakan. Bukankah semua akan di pertanggungjawabkan?

Mari muhasabah hari-hari kita dihabiskan untuk apa saja?

Memang ada sebagian orang melakukan hal yang disukai  seperti sibuk di group facebook yang membahas hal itu. Ya itu memang bukan perbuatan seperti minum khamr atau ghibah...
*namun bukankah akan lebih baik jika digunakan untuk hal yang menambah bekal akhirat seperti tilawah, dakwah atau menuntut ilmu agama???*

Coba pilah kembali...
Apa saja yang lebih bermanfaat untukmu

Hati-hati dengan tipu daya syaitan. Jika ia tidak berhasil  menyesatkanmu maka ia menghiasi sesuatu agar engkau sibuk dengannya. Analoginya seperti ini... jika kita bisa mendapat poin 1000 lalu mengapa kita memilih untuk mendapat poin 500 dimana keduanya menghabiskan waktu yang sama. Bukankah di dunia ini kita harus BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN???

Perhatikanlah waktumu... periksa hatimu...
Sesungguhnya ajal tidak harus tua. Ajal tidak harus melalui sakit. Tidak takutkan engkau sakaratul  maut saat engkau melakukan maksiat???

Saat engkau melakukan dosa kecil saja....,

tidakkah engkau takut itu mempengaruhi hatimu?

Mempengaruhi kenikmatanmu dalam beribadah kepadaNya?

Mempengaruhi hafalanmu?

Mempengaruhi ilmu untuk masuk kedalam dirimu?

Dan hatimu lama-lama bisa menghitam dan menjadi keras....

Tidakkah engkau takut saat berada dihadapanNya kelak?

Apa yang menjadi hujjahmu?

Jika engkau masih menyukai kemaksiatan... tanyalah kepada hatimu...
Dan mintalah kepada Allah hati yang mencintai apa-apa yang Allah cinta dan membenci apa-apa yang Allah murkai...

Tutuplah aurat sesuai syariat... jauhkan telingamu... matamu... kakimu... dari yang Allah tidak sukai...
Jika terasa berat mintalah kepada Allah agar memudahkanmu...

Wahai umat Rasulullah shallallahu alaihi wassalam
Sampai kapan terus bermain2 dan tidak bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk perjumpaan dengan Allah azza  wa jalla?

_"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, *maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh.* Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin"_ (as-Sajdah/32:12)

Selagi di dunia saudaraku...
Teruslah memperbaiki dirimu... jangan peduli dengan mereka yang mencelamu...
Jika engkau masih khawatir dengan cela manusia. Mungkin niatmu belum sepenuhnya karena Allah.

BERUBAHLAH  KARENA ALLAH... bukan karena manusia...
Cukuplah Allah yang menjadi tujuanmu.
Fokuslah dengan penilaian Allah terhadapmu...
Dan bagaimanakah  kedudukanmu dihadapan Allah
Cintailah Allah... lebih dari apapun...

Wallahu a'lam. Semoga Allah ampuni kesalahan-kesalahan ana.

🖊 Nusaibah Ziyan

#selfreminder
==================
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;......... ” (QS. Ali Imran: 104)

_"Andaikata kami dahulu *mau mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala"*_ [al-Mulk/67:10]

_"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, *yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh”*_ [al-Munâfiqûn/63:10]

●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●

Keutamaan Bersedekah

Diantara *keutamaan bersedekah* antara lain:
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

1. *Sedekah dapat menghapus dosa.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺭ
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

ﺃَﻓَﺄَﻣِﻨُﻮﺍ ﻣَﻜْﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺄْﻣَﻦُ ﻣَﻜْﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. *Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
ﺭﺟﻞ ﺗﺼﺪﻕ ﺑﺼﺪﻗﺔ ﻓﺄﺧﻔﺎﻫﺎ، ﺣﺘﻰ ﻻ ﺗﻌﻠﻢ ﺷﻤﺎﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻨﻔﻖ ﻳﻤﻴﻨﻪ
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. *Sedekah memberi keberkahan pada harta.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻣﺎ ﻧﻘﺼﺖ ﺻﺪﻗﺔ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﺯﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪﺍ ﺑﻌﻔﻮ ﺇﻻ ﻋﺰﺍ
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

*Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang?*

Dalam Syarh Shahih Muslim , An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. *Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.*

Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺼَّﺪِّﻗِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺼَّﺪِّﻗَﺎﺕِ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺿُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿﺎً ﺣَﺴَﻨﺎً ﻳُﻀَﺎﻋَﻒُ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮٌ ﻛَﺮِﻳﻢٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. *Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah*.

ﻣﻦ ﺃﻧﻔﻖ ﺯﻭﺟﻴﻦ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ، ﻧﻮﺩﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻫﺬﺍ ﺧﻴﺮ : ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺩُﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. *Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”* (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. *Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.*

Perkara yang paling menyelamatkan orang di akhirat adalah iman. Dan sedekah adalah bukti kebenaran iman. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﺮﻫﺎﻥ
“ Sedekah adalah bukti. ” (HR. Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).

7. *Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻟﺘﻄﻔﻰﺀ ﻋﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﺣﺮ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

8. *Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻳﺎ ﻣﻌﺸﺮ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭ ! ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺍﻹﺛﻢ ﻳﺤﻀﺮﺍﻥ ﺍﻟﺒﻴﻊ . ﻓﺸﻮﺑﻮﺍ ﺑﻴﻌﻜﻢ ﺑﺎﻟﺼﺪﻗﺔ
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. *Orang yang bersedekah*

merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺒﺨﻴﻞ ﻭﺍﻟﻤﻨﻔﻖ ، ﻛﻤﺜﻞ ﺭﺟﻠﻴﻦ ، ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺟﺒﺘﺎﻥ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺪ ، ﻣﻦ ﺛﺪﻳﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﺗﺮﺍﻗﻴﻬﻤﺎ ، ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﻤﻨﻔﻖ : ﻓﻼ ﻳﻨﻔﻖ ﺇﻻ ﺳﺒﻐﺖ ، ﺃﻭ ﻭﻓﺮﺕ ﻋﻠﻰ ﺟﻠﺪﻩ ، ﺣﺘﻰ ﺗﺨﻔﻲ ﺑﻨﺎﻧﻪ ، ﻭﺗﻌﻔﻮ ﺃﺛﺮﻩ . ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺒﺨﻴﻞ : ﻓﻼ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﻨﻔﻖ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﻻ ﻟﺰﻗﺖ ﻛﻞ ﺣﻠﻘﺔ ﻣﻜﺎﻧﻬﺎ ، ﻓﻬﻮ ﻳﻮﺳﻌﻬﺎ ﻭﻻ ﺗﺘﺴﻊ
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil?

10. *Pahala sedekah terus berkembang*

Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳﻘﺒﻞُ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔَ ، ﻭﻳﺄﺧﺬُﻫﺎ ﺑﻴﻤﻴﻨِﻪ ، ﻓﻴُﺮَﺑِّﻴﻬﺎ ﻟِﺄَﺣَﺪِﻛﻢ ، ﻛﻤﺎ ﻳُﺮَﺑِّﻲ ﺃﺣﺪُﻛﻢ ﻣُﻬْﺮَﻩ ، ﺣﺘﻰ ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠُّﻘْﻤَﺔَ ﻟَﺘَﺼِﻴﺮُ ﻣِﺜْﻞَ ﺃُﺣُﺪٍ
“ sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud ” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

11. *Sedekah menjauhkan diri dari api neraka*

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ﺍﺗَّﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖِّ ﺗﻤﺮﺓٍ ، ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠِﺪْ ﻓﺒﻜﻠﻤﺔٍ ﻃﻴِّﺒﺔٍ
“ jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah ” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

12. *Boleh iri kepada orang yang dermawan*

Iri atau hasad adalah akhlak yang tercela, namun iri kepada orang yang suka bersedekah, ingin menyaingi kedermawanan dia, ini adalah akhlak yang terpuji.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ﻻ ﺣﺴﺪَ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ : ﺭﺟﻞٌ ﺁﺗﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣﺎﻟًﺎ؛ ﻓﺴﻠَّﻂَ ﻋﻠﻰ ﻫَﻠَﻜَﺘِﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻖِّ ، ﻭﺭﺟﻞٌ ﺁﺗﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔَ؛ ﻓﻬﻮ ﻳَﻘﻀﻲ ﺑﻬﺎ ﻭﻳُﻌﻠﻤُﻬﺎ
“ tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816)

13. *Orang mati ingin kembali ke dunia untuk bersedekah*

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, *maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.*” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Kenapa dia tidak mengatakan, "Maka aku dapat melaksanakan umroh", "Maka aku dapat melakukan shalat atau puasa" dan lain lain?
Berkata para ulama, “tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...”

8 Lafazh Shalawat yang Shahih

*8 Lafazh Shalawat yang Shahih*

Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
Allahumma shollii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .
[SHAHIH. HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273].

*Kemudian terdapat riwayat-riwayat yang Shahih dalam delapan riwayat, yaitu :*

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
1. Dari jalan Ka’ab bin ‘Ujrah
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
“Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid”.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 6/27, dan 7/156, Muslim 2/16, Abu Dawud no. 976, 977, 978, At Tirmidzi 1/301-302, An Nasa-i dalam "Sunan" 3/47-58 dan "Amalul Yaum wal Lailah" no 54, Ibnu Majah no. 904, Ahmad 4/243-244, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 900, 1948, 1955, Al Baihaqi dalam "Sunanul Kubra" 2/148 dan yang lainnya]

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
2. Dari jalan Abu Humaid As Saa’diy
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﺯﻭﺍﺟﻪ ﻭﺫﺭﻳﺘﻪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ، ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﺯﻭﺍﺟﻪ ﻭﺫﺭﻳﺘﻪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ، ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah,berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya,sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim,Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 7/157, Muslim 2/17, Abu Dawud no. 979, An Nasa-i dalam "Sunan" nya 3/49, Ibnu Majah no. 905, Ahmad dalam "Musnad" nya 5/424, Baihaqi dalam "Sunanul Kubra" 2/150-151, Imam Malik dalam "Al Muwaththo' 1/179 dan yang lainnya].

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
3. Dari jalan Abi Mas’ud Al Anshariy
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa aali ibroohiim ,wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian alam, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR Muslim 2/16, Abu Dawud no. 980, At Tirmidzi 5/37-38, An Nasa-i dalam "Sunan" nya 3/45, Ahmad 4/118, 5/273-274, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 1949, 1956, Baihaqi dalam "SUnanul Kubra" 2/146,dan Imam Malik dalam "AL Muwaththo' (1/179-180 Tanwirul Hawalik Syarah Muwaththo'"]

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
4.Dari jalan Abi Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshariy (jalan kedua)
ﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻷﻣﻲ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻷﻣﻲ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad yang ummi dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.Dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR. Abu Dawud no. 981, An Nasa-i dalam "Amalul Yaum wal Lailah" no. 94, Ahmad dalam "Musnad" nya 4/119, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 1950, Baihaqi dalam "Sunan" nya no 2/146-147, Ibnu Khuzaimah dalam "Shahih" nya no711, Daruquthni dalam "Sunan" nya no 1/354-355, Al Hakim dalam "Al Mustadrak" 1/268, dan Ath Thabrany dalam "Mu'jam Al Kabir" 17/251-252]

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
5. Dari jalan Abi Sa’id Al Khudriy
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻙ ﻭﺭﺳﻮﻟﻚ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin ‘abdika wa rosuulika kamaa shol laita ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hambaMu dan RasulMu, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim”
[SHAHIH, HR Bukhari 6/27, 7/157, An Nasa-i 3/49, Ibnu Majah no. 903, Baihaqi 2/147, dan Ath Thahawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/73]

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
6. Dari jalan seorang laki2 shabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﺯﻭﺍﺟﻪ ﻭﺫﺭﻳﺘﻪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﺯﻭﺍﺟﻪ ﻭﺫﺭﻳﺘﻪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid , wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada ahli baitnya dan istri-istrinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan kepada ahli baitnya dan istri-istrinya dan keturunannya, sebagimana Engkau telah memberkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR. Ahmad 5/347, Ini adalah lafazhnya, Ath Thowawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/74], dishahihkan oleh Al Albani dalam “Sifaat sahalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”, hal 178-179].

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
7. Dari jalan Abu Hurairah
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻭﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR Ath Thowawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/75, An Nasa-i dalam "Amalul Yaum wal Lailah" no 47 dari jalan Dawud bin Qais dari Nu'aim bin Abdullah al Mujmir dari Abu Hurairah , Ibnul Qayyim dalam "Jalaa'ul Afhaam Fish Shalati Was Salaami 'alaa Khairil Anaam (hal 13) berkata, "Isnad Hadist ini shahih atas syarat Syaikhaini (Bukhari dan Muslim), dan dishahihkan oleh Al Albani dalam "Sifaat sahalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam", hal 181 ]

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
8. Dari jalan Thalhah bin ‘Ubaidullah
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim,sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”.
[SHAHIH, HR. Ahmad 1/162, An Nasa-i dalam "Sunan: nya 3/48 dan "Amalul Yaum wal Lailah" no 48, Abu Nu’aim dalam "Al Hilyah" 4/373,semuanya dari jalan 'Utsman bin Mauhab dari Musa bin Thalhah, dari bapaknya (Thalhah bin 'Ubaidullah), dishahihkan oleh Al Albani].

► Tentang Ucapan ﺻﻠﻰ ﺍ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Di sunnahkan (sebagian ulama mewajibkannya) mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali menyebut atau disebut nama beliau, yaitu dengan ucapan :
“Shallallahu ‘alaihi wa sallam”
Riwayat2 yang datang tentang ini banyak sekali, diantaranya dari dua hadits shahih di bawah ini :
1. Dari jalan Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, ia berkata,
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang apabila namaku disebut disisinya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku (dengan ucapan-red)
ﺻﻠﻰ ﺍ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (“shallallahu ‘alaihi wa sallam”").
[SHAHIH. Dikeluarkan oleh AT Tirmidzi 5/211, Ahmad 1/201 no 1736, An Nasa-i no 55,56 dan 57, Ibnu Hibban 2388, Al Hakim 1/549, dan Ath Thabraniy 3/137 no 2885.

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata,
"Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :" Hina dan rugi serta kecewalah seorang yang disebut namaku disisinya, lalu ia tidak bershalawat kepadaku"".
[SHAHIH. Dikeluarkan oleh Imam At Tirmidzi 5/210, dan Al Hakim 1/549. Dan At Tirmidzi telah menyatakan bahwa hadits ini Hasan].
Hadits ke dua ini, banyak syawaahidnya dari jama’ah para shahabat, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kiatb : At Targhib wat Tarhib” (2/506-510) Imam Al Mundzir, “Jalaa-ul Afhaam (hal 229-240) Ibnu Qayyim, Al Bukhari dalam “Adabul Mufrad” (no 644, 645), Ibnu Khuzaimah (no 1888), Ibnu Hibban (no 2386 dan 2387 – Mawaarid).

http://www.kajiansunnah.net/2012/02/keutamaan-shalawat-8-lafazh-shalawat.html?m=1

Dr ust perdana: mengambil jejak tubuh pembuat ain

Perdana Akhmad Lakoni
Tehnik mengambil jejak tubuh pembuat 'ain.
==============
'AIN adalah pandangan mata dengki, kagum berlebihan yang menimbulkan kerusakan atau musibah.

Baru meruqyah pasien seorang wanita yang dahulunya ketika masih muda umur pernah dibawa lari oleh seorang oknum kikum (kyai dukun) selama 1 bulan akhirnya dinikahkan.Selama menikah hidup wanita ini tidak bahagia.

Wanita ini sering ribut dengan suaminya akhirnya suaminya mengizinkan wanita ini pergi, sebelum pergi suaminya memegang tangan wanita ini lalu menyuruh memandangi matanya lalu berkata " engkau tidak akan pernah lepas dariku, siapapun suamimu tidak akan dapat menghamilimu".

Akhirnya wanita ini bercerai dengan kikun tsb. Lalu menikah dgn pria lain, selama lebih 7 tahun menikah sama sekali tidak mendapatkan keturunan.

Ketika saya ruqyah, wanita ini selalu terbayang sebuah mata ditempat gelap maka saya menyuruh wanita ini memejamkan matanya lalu menunjuk mata ghoib itu sembari membaca ayat kursi. Setelah dibaca berulang ulang lalu ditiupkan wanita ini melihat mata itu masuk dalam sebuah pusaran air lalu menghilang.

Sy lalu meminta wanita ini memasukkan jari tangannya kedalam air dan mengucapkan :
1. Ta'awudz
2. Shalawat nabi 3 x
3. Doa " Ya Rab, hamba berniat mengambil jejak tubuh bekas suami hamba yang bernama "........" putuskanlah hubungan dan ikatan lahir bathin hamba dengannya, sembuhkanlah hamba dari gangguan 'ainnya, Aamiin ya Rab"
Setelah itu saya menyuruhnya mbaca alfatihah dan meniupkan sendiri kedalam cangkir yg berisi air lalu meminumkannya.

Alhamdulillah reaksinya langsung mual mual sebagai efek detoksifikasi.
Semoga ibu ini lepas dari penyakit 'ain yang ditimpakan mantan suaminya pada ibu tersebut, Aamiin ya Rab.

Semoga para peruqyah dapat menduplikasi tehnik ini, sebab obat utama dari 'ain adalah mengambil jejak bekas tubuh orang yang mengirim 'ain, jika orangnya ga mungkin dimintai berwudhu atau tidak ada bekas bajunya cukup mencelupkan tangan yang bernah bersentuhan dengan pengirim 'ain.

Atau cara lain jika pengirim 'ain pernah duduk, berbaring disuatu dipan, kursi atau kasur cukup mengusapkan tangan sembari meminta pada Allah mengambil jejak tubuhnya lalu memasukkan tangan kedalam air, berdoa lalu buat mandi atau minum.

Wallahu a'lam.

Sebab2 gangguan jin

Jin Dapat Menyetubuhi Manusia?

Oleh Syaikh Ibnu Jibrin

Pertanyaan:  Apakah benar bahwa jin bisa masuk dalam tubuh manusia, dan mungkin menyetubuhi manusia?  

Jawaban: 
Sebagian jin bisa merubah wujudnya kepada manusia dalam wujud wanita kemudian manusia menyetubuhinya. Demikian pula jin berubah wujud menjadi seorang pria dan menyetubuhi wanita dari manusia, sebagaimana laki-laki menyetubuhi wanita.  Solusi atas hal ini ialah membentengi diri dari mereka, baik laki-laki maupun perempuan, dengan doa-doa dan wirid-wirid yang ma'tsur, membaca ayat-ayat yang mencakup pemeliharaan dan penjagaan dari mereka dengan seizin Allah.  Fakta menunjukkan bahwa jin merasuki wanita manusia dan ruhnya mendominasi ruh wanita ini, sedangkan jin perempuan merasuki pria manusia dan ruhnya mendominasi ruh pria ini, sehingga ketika dipukul maka ia tidak merasakan pukulan tersebut kecuali jin yang merasuki itu. Ketika jin itu keluar dan orang tersebut ditanya, maka ia tidak ingat apa yang telah terjadi padanya, apa yang dikatakan kepadanya atau ditanyakan kepadanya, tidak merasakan pukulan dan rasa sakit. Ada dari kalangan pembaca al-Qur'an yang membunuh jin yang merasuki manusia dengan bacaan al-Qur'an atau obat-obatan. Mereka mengetahui tempat bersarangnya jin ini, dan ini dikenal di kalangan ahli ruqyah yang masyhur dengan pengobatan akibat gangguan jin dan sejenisnya.
Rujukan: Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

==> Jazakallahu khayran katsir Ustadz, apakah sama merukyah  rumah dengan merukyah diri?

Ruqyah Rumah

Air diember dibacakan ayat ruqyah lalu kasih garam secukupnya. Jgn kebanyakan.
Kasih minyak bidara lalu masukin ke botol semprotkan ke seluruh dlm rumah dengan niat mengusir semua jin dan enerhi negatif sambil baca ayat kursy berulang ulang. Jgn  baca ayat di dalam kamar mandi.

SEBAB-SEBAB GANGGUAN JIN:
1. Dicintai/disukai jin, ciri2nya ;
- sering mimpi basah atau sering mimpi ditemui orang yang sama (lawan jenis)
- susah dapat jodoh, bahkan sudah sering mau nikah gagal
- mudah bertengkar suami istri dengan masalah sepele
- seperti ada yang ngikutin
- seperti ada yang menemani ketika tidur sendirian
2. dendam jin, penyebabnya : buang air panas dikamar mandi, nebang pohon, melempar batu dsb tanpa membaca bismillah sehingga jin tersakiti, cirinya:
- sering sakit2an
- sering mimpi diancam2
- sering cemas
- ketakutan berlebih
dst.
3. dipanggil kita sendiri, penyebabnya : punya pusaka, azimat, sering sesaji, pernah kedukun atau wiridan dengan tujuan duniawi (untuk kesaktian, pengasihan dsb.) ciri2nya:
- sering mimpi terbang / mengembara
- sering dingin/kesemutan tangan atau kaki
- sering sakit kepala
- sering kaget ketika tidur
- tidur mendengur keras
- sering sakit perut
dst.
4. jin iseng, penyebabnya : melamun, marah berlebihan, takut berlebihan atau syahwat berlebihan, cirinya :
- kesurupan
5. jin warisan, penyebabnya : kakek/nenek atau ortu kita pernah mengadakan kerja sama dengan bangsa jin sehingga ketika kakek/nenek atau ortu wafat jin turun ke anaknya: cirinya :
- tiba2 indigo
- tiba2 bisa ngobatin orang
- sering lihat penampakan
dst.
6. jin disuruh dukun / sihir (santet, pelet, pemisah suami istri, menyaikiti dsb). wallahu a'lam
Jika ciri-ciri d atas sering anda rasakan .Maka obati dengan ruqyah syar'iyyah , Murnikan Tauhid dan Jauhi syirik

Ruqyah Mandiri

Ruqyah Mandiri Tanpa Kesurupan (RMTK)
By Founder QQH Tono Esfandiar

Persiapkan bbrp kantong plastik, tissue dan air minum. Utk melakukan praktek ini

Lakukan Tahapan berikut ini.
1. Dm kondisi sdh berwudhu, duduk santai nyaman lalu saksikanlah video surah An Nur : 35 yg dibacakan oleh Syeikh Salman Al Utaybi. Ulangi nonton 2 sd 3 kali. Boleh saja dibaca sendiri.

2. Istighfar tobati semua kesyirikan, kemaksiatan dr akil baligh hingga saat ini. Bertobatlah dengan sungguh2, timbulkan rasa penyesalan yg dalam dr semua dosa yg pernah dilakukan. Dosa yg diperbuat oleh tangan, kaki, mata, mulut, hati dan pikiran juga organ tubuh lainnya. Gambarkan secara jelas dlm pikiran kita semua dosa itu lalu istighfarlah bertobat. Maafkan semua org yg telah menyakiti diri kita.

3. Lakukan Ikrar Pemutus.
Bismillahirrohmanirrohim...
Wahai Allah yg Maha Menyaksikan, hamba secara sadar mewakili diri sendiri, kedua orang tua, nenek kakek moyang, keturunan dan seluruh keluarga besar mulai saat ini memutuskan semua perjanjian yg pernah dibuat oleh bangsa jin secara sadar maupun tdk sadar. Ya Allah jika ada jin dlm tubuh hamba maka tariklah keluar dr tubuh hamba dengan cara yg paling lembut, paling mudah tanpa menyakiti diri hamba. Baca syahadat dan takbir 3 kali.

4. Ambil air putih di gelas lalu bacakan ayat ruqyah 3 Qul ( al ikhlas, al falaq dan an naas) tiup lalu bacakan innalillahi wa inna ilaihi rojiuun 3 kali tiup ke air. Yakini air ini mjd obat dan yakini bahwa semuanya dtg dr Allah dan akan kembali kpd Allah.

5. Berdoa dengan khusyu posisi tangan berdoa. :
Ya Allah haramkanlah hati dan pikiran hamba dikuasai oleh jin. 3x
Ya Allah haramkanlah darah hamba dimasuki oleh jin. 3x
Ya Allah haramkanlah tangan kaki dan tubuh hamba dikuasai oleh jin. 3x
Ya Allah apabila ada jin dlm tubuh hamba maka lemahkanlah semua kekuatan mereka.
Ya Allah apabila ada jin dlm tubuh hamba tariklah mereka semua keluar dr tubuh hamba dgn cara yg paling lembut dan mudah.

lalu bacakan 3 Qul tiup ke telapak tangan, lalu usapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Bila mual maka lakukan usapan dr bawah puser ke dada lalu ke leher dan muntahkan ke plastik sambil ucapkan.  Bismillahi Allahu Akbar..

6. Jika ada tubuh yg tdk nyaman, atau sakit maka lakukan usap tarik buang ke plastik sambil mengucapkan Bismillahi.. Allahu Akbar..

7. Usap usap dada dan perut sambil berdoa ya Allah apabila ada penyakit fisik , psikis, gangguan jin, sihir dan benda ghoib yg ada di dlm tubuh hamba maka hamba mohon tariklah keluar semuanya dr tubuh hamba dengan cara yg paling lembut dan mudah tanpa menyakiti diri hamba. Lakukan usap tarik buang.

8. Jika tergambar wajah seseorang saat melakukan ruqyah mandiri maka ambillah air gelas td lalu celupkan jari telunjuk kanan dan berdoa " ya Allah apabila ada penyakit ain antara saya dengan .....(sebutkan nama wajah yg timbul dlm pikiran) maka hamba mohon putuskanlah penyakit ain ini ulangi 3x tiup lalu minum 7 tegukan. Boleh bbrp tegukan tdk wajib.

Selamat mencoba kabari hasilnya. Kesembuhan datangnya hanya dr Allah maka marilah kita hijrah dr jahil ke sunnah. Perbaiki diri perbaiki ibadah sesuai sunnah, dzikir pagi petang dan dekatilah org org sholeh. Semoga Allah menolong kita semua dr semua gangguan makhluk jahat, dr penyakit dan takdir buruk dan semoga kita semua dapat sembuh dr penyakit. Aamiin.

https://m.facebook.com/quantumquranichealing

Dalil2 mengenai penyakit ain

Dalil-dalil tentang adanya penyakit ain

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ain.Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Dari Aisyah rodhiyallohu anha,Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh dari ain (mata jahat) karena sesungguhnya ain itu haq (benar) (HR ibnu Majah)

Apakah penyakit ain itu?

Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan, :Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih,tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ain ini dapat terjadi diantara mereka.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata :”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya!Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya,dua tangan,kedua siku,kedua lutut,ujung-ujung kakinya,dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malik dalam Al-Muwaththo 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. Sanadnya shohih,para perawinya terpercaya,lihad Zadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qodir al-Arnauth 4/150 cetakan tahun 1424 H)

Jenis-jenis ‘Ain

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis :’ain insi (‘ain berunsur manusia) dan ‘ain jinni (‘ain berunsur jin).

Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim,Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni)

Al-Husain bin Mas’ud Al-Farro berkata :Adapun sabda beliau “sa’fatun(kusam) bermakna “Nadzrotun” (terkena ‘ain dari unsur jin).

Tanda-tanda Anak/bayi terkena ‘ain

Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi kalau bayi/anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi/anak yang lain, seperti kelucuannya,rupanya yang manis ,kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah :

1.Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti,kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosulullohshollallohu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka! (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Sunnah bagi orang yang memandang takjub terhadap sesuatu :

Seperti yang telah dijelaskan di atas,bahwa penyakit ‘ain tidak hanya disebabkan oleh orang yang iri dan dengki terhadap sesuatu yang dipandangnya. Bahkan setiap mata yang memandang takjub terhadap sesuatu dengan izin Alloh juga bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang tersebut tidak bermaksud menimpakan ‘ain. Bahkan ini terjadi pada para sahabat Nabi yang sudah terkenal akan kebersihan hati mereka.

Adapun diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah :

1. Medoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

‘Ya Alloh Semoga Alloh memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya Alloh berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya Alloh berkahilah baginya”

2. Hendaklah mengucapkan :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”

Hal ini didasari firman Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan :”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya,mengapa engkau tidak memuji Alloh atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah.

Upaya-upaya orang tua untuk mengantisipasi anak dari ‘Ain:

1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabishollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan Alloh untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku berlindung kepada Alloh untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat. (HR Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan rodhiyallohu anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan-kelebihan atau kebaikan-kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengkii siapa saja yang mendengarnya,kemudian berusaha melihatnya,hingga Alloh menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.

Upaya-upaya orang tua bila anak sudah terkena pengaruh buruk ‘Ain :

1. Jika pelakunya diketahui, maka hendaklah orang itu diperintahkan untuk mandi, kemudian orang yang terkena pengaruh mata itu mandi dengan bekas air mandi orang itu. Hal ini sebagaimana kisah sahabatnabi shollallohu alaihi wa sallam Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu dalam hadits yang telah lalu,bahwa nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin robi’ah rodhiyallohu anhu untuk mandi dan sisa air mandinya diguyurkan pada Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu.

At-Tirmidzi menjelaskan :”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur,lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut,lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut.Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya.Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai.Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.

2. Memperbanyak membaca “Qul Huwallohu Ahad” (suratal-Ikhlas),Al-Muawwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas),al-Fatihah,ayat kursi,bagian penutup surat al-Baqoroh (dua ayat terakhir),dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan dalam ruqyah

3. Membaca doa :

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan menyebut Nama Alloh,aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki.Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala menyembuhkanmu.Dengan menyebut Nama Alloh,aku mengobatimu dengan meruqyahmu.” (HR.Muslim no.2186 (40),dari Abu Said rodhiyallohu anhu)

Atau

بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Dengan menyebut nama Alloh,mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit,mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu,melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim no. 2185 (39), dari Aisyahrhodiyallohu anha)

Ini adalah doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika mendapat gangguan syetan.

4. Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rosulullohshollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud no. 3885)

5. Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad III/497,lihat silsilah al-Ahaadits as-Shohihah :397). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak,boleh juga dengan air hujan.

Maroji:

- Metode Pengobatan Nabi shollallohu alaihi wa sallam, Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah

- Doa dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah,Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas

- Majalah al-Furqon edisi 4 tahun V Dzulqo’dah 1426 Desember 2005, 

Bagaimana cara mengetahui orang yg menyebabkan dampak penyakit &ain ???

Bagaimana cara mengetahui orang yg menyebabkan dampak penyakit 'ain ???

*************************

Ada beberapa perkara yg dengannya dapat diketahui orang yg menyebabkan 'ain kepada seseorang :
1.Kabar dari orang lain ttg seseorang yg telah berbicara banyak tentangnya tanpa menyebut asma Allah, maka orang ini bisa masuk ke dalam orang2 yg dicurigai menyebabkan 'ain

2.Segala yg terlintas dalam hati korban, yakni selalu terbayang dengan orang tertentu yg ia kenal, atau terkadang terdapat perasaan yg tidak biasa, tidak nyaman, dan aneh ketika berpapasan atau berdekatan dengan orang tsb, sering bermimpi dengan orang yg sama dan seakan-akan orang tsb melemparinya dengan panah atau semacamnya. Maka orang itu jg bisa masuk kriteria orang yg dicurigai bahwa dia yg menyebabkan 'ain kepadanya

3.Tersiar kabar tentang seseorang yg telah memuji dengan berlebihan tanpa menyebut nama Allah, maka orang tsb juga bisa masuk kriteria orang yg dicurigai.

Apakah ini termasuk su'udzon dan perbuatan dosa ???

Tentu bukan termasuk su'udzon dalam perkara ini, dan jg bukan termasuk ghibah ketika menyebutkan orang yg memungkinkan utk dicurigai...

Dalilnya sangat masyhur, yaitu hadits yg diriwayatkan oleh imam Malik, Abu Dawud, dll :

رأى عامر بن ربيعة سهل بن حنيف يغتسل فقال ما رأيت كاليوم ولا جلد مخبأة فلبط سهل فأتي رسول الله صلى الله عليه وسلم فقيل يا رسول الله هل لك في سهل بن حنيف والله ما يرفع رأسه فقال هل تتهمون له أحدا قالوا نتهم عامر بن ربيعة قال فدعا رسول الله صلى الله عليه وسلم عامرا فتغيظ عليه وقال علام يقتل أحدكم أخاه ألا بركت اغتسل له فغسل عامر وجهه ويديه ومرفقيه وركبتيه وأطراف رجليه وداخلة إزاره في قدح ثم صب عليه فراح سهل مع الناس ليس به بأس ) رواه مالك و أبو داود و غيرهما .

Amir bin Rabi'ah memandang ke arah Sahal bin Hunaif, kemudian berkata, "Aku tidak melihat sesuatu seperti hari ini dan tidak pula kulit wanita yg bercadar.."
Tiba-tiba Sahal jatuh pingsan. Lalu dia didatangi Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, kmudian ada yang berkata kepada beliau, "Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang Sahal ??? Demi Allah, dia tidak bisa mengangkat kepalanya..."
Beliau bersabda, "Apakah kalian bisa memperkirakan siapa pelakunya ??" Mereka menjawab, "Kami mengira Amir bin Rabi'ah..."
Beliau pun memanggilnya, lalu marah kepadanya seraya berkata, "Mengapa salah seorang di antara kamu membunuh saudaranya sendiri ?? Maukah kamu memberikan berkah kepadanya ?? Mandilah dan berikan bekas air mandimu kepadanya.”

Dia kemudian membasuh wajahnya, kedua tangannya, kedua sikunya, ujung kedua kakinya, lalu bagian dalam sarungnya dalam satu wadah, kemudian ketika disiramkan kepadanya Sahal bangun dan sadarkan diri...

**APAKAH MUNGKIN pengaruh 'ain timbul dari orang yg menyayangi kita ???

Ya, sangat mungkin pengaruh 'ain berdampak justru dari orang2 terdekat dan paling sayang terhadap kita...
Karena tidak ada ketentuan dalam 'ain itu timbul hanya karena adanya hasad atau dengki dari orang lain saja...
Sbagaimana yg dulu pernah kita bahas bahwasannya 'ain adalah : "Menentukan sifat tertentu yg kemudian membuat setan itu takjub lalu kemudian ia meluncur dan menyakiti orang yg disifatkan"

Maka hal tsb sangat memungkinkan terjadi dari orang yg sayang kepadanya, syaikh Hazim al-Hamdiy mengisahkan ttg kisah seorang ayah yg menyebabkan dampak 'ain kepada putranya hingga menyebabkan putranya lumpuh..

Ia telah membawanya kesana kemari untuk berobat tp tak kunjung sembuh, akhirnya setelah dibacakan doa2 ruqyah kepada anak tsb, anaknya muncul rasa curiga kepada ayahnya, maka ia pun meminum bekas air yg diminum oleh ayahnya.. Maka ketika itu juga anaknya langsung bisa berdiri...!!!

'Ain jg bisa timbul dari orang-orang yg shaleh, dalil kuat mengenai hal ini adalah kisah Sahal bin Hunaif dan 'Amir bin Rabi'ah di atas, mereka adalah shahabat Rasulillah, mereka jg orang2 yg amat dicintai dan sangat dekat dengan Rasulullah, ridha Allah atas mereka semua... Maka siapakah kita skrng ini dibanding mereka sehingga aman dari dampak pengaruh ain ?

**Lalu apa yg harusnya diperbuat setelah kita mengetahui orang yg menyebabkan 'ain ???

Tentunya, kita harus selalu husnudzon kepada orang yg tertuduh bahwa ia tidak bermaksud untuk menyengajakan dampak 'ain tsb kepada korban...

Usahakanlah agar secepatnya bertemu dengan orang yg benar2 kuat menjurus kpd tuduhan tsb...
Dan lakukan hal2 berikut :
1.Memahamkannya dan meminta agar ia berwudhu atau mandi, kemudian air bekasnya ditampung lalu dimandikan kpd korban

2.Jika merasa segan mengatakannya, usahakan makan dan minum bersama-sama dgn orang yg dicurigai dalam SATU WADAH... Maka sunnah tajamu' itu sangat baik utk menghindarkan diri dari 'ain

3.Meminum bekas air minum orang yg dicurigai, entah itu teh, kopi, susu, atau yg lainnya

4.Bisa juga dengan meletakkan kain kasa yg basah di tangan orang yg tertuduh, dicelupkan air, diangkat kasanya lalu diminumkan

5.Meletakkan kain pada apa2 yg selalu disentuh oleh orang yg tertuduh, smacam gagang pintu rumahnya, mobil, dll.. Ini dilakukan jika memang orangnya benar2 dengki kpd korban dan tidak memungkinkan untuk ditemui...

**Apa yg akan terjadi jika sudah diambil beberapa bekas dari orang yg tertuduh ?

1.Mual
2.Sakit perut/diare
3.Gatal-gatal di seluruh tubuh atau sebagian tubuh
4.Tidur amat nyenyak
5.Muncul semacam bisul kecil di tubuh
6.Bisa bernafas panjang setelah sebelumnya bernafas pendek
7.Koma sementara, dan ini dampak dari besarnya 'ain yg berdampak kepadanya, dan setelahnya insya Allah sembuh total

Semoga yg sedikit ini bisa bermanfaat bagi kita semua...
Dinukil dari penjelasan syaikh Hazim

[truncated by WhatsApp]

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies